... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Selasa, 28 Agustus 2018 18:47

Persekusi #2019GantiPresiden

KIBLAT.NET - Sejak dideklarasikan untuk pertama kalinya pada Mei 2018 di Bundaran Hotel Indonesia, gerakan #2019GantiPresiden mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan makin populer. Di saat yang sama, muncul pula gerakan-gerakan tandingan yang menghendaki presiden yang berkuasa saat ini terus berkuasa. Meluasnya dukungan terhadap gerakan #2019GantiPresiden ditandai dengan deklarasi-deklarasi di berbagai daerah. Beberapa kali, deklarasi itu mendapatkan penolakan dan aktivisnya mengalami persekusi. Terbaru, persekusi terhadap aktivis gerakan tersebut terjadi di Pekanbaru, Riau dan Surabaya, Jawa Timur. Penggagasa gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman diadang dan dipulangkan ke Jakarta, sementara di Surabaya terjadi sweeping terhadap pemakai kaos bertuliskan tagar itu. Ironisnya, aparat lembaga keamanan negara seperti Polri dan BIN turut terlibat dalam aksi pengadangan tersebut.

Fokus Lainnya

Jum'at, 15 Maret 2019 18:31

Teroris Serang Masjid Selandia Baru

Serangan teroris menargetkan kaum muslimin yang tengah melaksanakan shalat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Serangan brutal pada Jumat (15/03/2019) itu menyebabkan 49 orang wafat

Senin, 4 Maret 2019 21:25

“Wahai Orang-orang Kafir”

KIBLAT.NET - Istilah kafir tengah menjadi sorotan. Musababnya, Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2019 di Banjar, Jawa Barat memutuskan tidak menggunakan kata kafir bagi non Muslim di Indonesia. Dalihnya, kata itu menyakiti kelompok non Muslim, yang kemudian disebut dengan sitilah muwathinun. Padahal dalam Islam istilah kafir sudah jelas sebagaimana tercantum dalam surat Al Kafirun. Ya ayyuhal kafirun, wahai orang-orang kafir.

Rabu, 27 Februari 2019 14:13

Jalan Panjang Taliban

Peperangan yang berlangsung puluhan tahun tak membuat Amerika Serikat bisa menaklukkan Taliban. Sebaliknya perang di Afghanistan dengan dalih memerangi terorisme itu membuat Washington menelan kerugian besar. Sekarang, mau tidak mau Amerika harus melakukan serangkaian negosiasi dengan Imarah Islam Afghanistan yang telah memiliki kekuasaan di bekas wilayah Uni Soviet itu.

Close