Ahli Virologi: Covid-19 Bukan Senjata Biologi

Ahli virologi Universitas Gajah Mada (UGM), Mohammad Saifudin Hakim membantah opini yang menyebutkan bahwa Covid-19 merupakan senjata biologi yang disebar oleh pihak tertentu.

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Ahli virologi Universitas Gajah Mada (UGM), Mohammad Saifudin Hakim membantah opini yang menyebutkan bahwa Covid-19 merupakan senjata biologi yang disebar oleh pihak tertentu.

Dalam sesi siaran langsung Instagram bersama dr. Apin pada Sabtu (20/02/2021), Saifudin menyebutkan andai Covid-19 memang senjata biologi, maka sudah pasti daya bunuhnya tinggi.

“Daya bunuh ya, dalam arti case fatality rate. Dia (pembunuh, red.) pasti akan tarik virus-virus yang akan membunuh dalam waktu cepat, bisa menular dalam waktu cepat,” kata staf pengajar Departemen Mikrobiologi FK UGM tersebut.

Saifudin juga menyebut jika pandemi Covid-19 sebagai pandemi yang nanggung. Terutama jika dilihat dari angka kematiannya.

Lha wong istilahnya itu, istilahnya itu delapan puluh persen kasusnya asimptomatik,” ujarnya.

Covid-19, lanjut Saifudin, kalaupun menjadi senjata biologis, itu jadi senjata gagal.

“Mengapa? Karena masih kalah angka kematiannya dibandingkan angka kesembuhannya. Bahkan jika dibandingkan dengan virus corona sebelumnya, virus mers itu angka kematiannya empat puluh persen. Sedangkan SARS-CoV-2 (Covid-19, red.) itu secara global angka kematiannya masih dua sampai tiga persen,” tegasnya.

Dengan angka kematian yang bisa dibilang rendah tersebut, Saifudin menyimpulkan mustahil virus ini merupakan senjata biologi yang diciptakan.

“Angka kematiannya bahkan jauh di bawah virus ebola yang angka kematiannya lima puluh persen,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat