Sejumlah Tokoh Bentuk TP3, Advokasi Kasus Penembakan Laskar

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejumlah Tokoh membentuk Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas penembakan enam laskar. Di antara tokoh yang membentuk ini adalah Abdullah Hehamahua, Amien Rais, Marwan Batubara, Neno Warisman, KH. Muhyidin Junaedi dan Busyro Muqqodas.

Anggota TP3, Marwan Batubara mengatakan bahwa tim ini akan melakukan advokasi berkelanjutan terhadap penembakan laskar.

“Kami akan melakukan advokasi hukum berkelanjutan agar kasus penembakan enam warga sipil terungkap jelas. Dan pelakunya diadili sesuai hukum yang berlaku,” kata Marwan saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/01/2021).

Ia menyebutkan bahwa TP3 melakukan langkah advokasi setelah mengamati secara cermat penanganan kasus oleh pemerintah dan Komnas HAM yang kami nilai jauh dari harapan. Dan justru berlawanan dengan kondisi objektif dan fakta di lapangan.

“Hasil penyelidikan Komnas HAM RI atas pembunuhan terhadap enam laskar FPI
mencerminkan sikap Pemerintah RI yang tidak bersedia (unwilling) dan tidak mampu
(unable) mengungkap Kejahatan HAM Berat atas mereka,” paparnya.

“Hal ini secara hukum memberi alasan kepada kami, TP3, untuk mengadukan pelanggaran HAM Berat tersebut ke forum ajudikasi internasional,” sambungnya.

Menurutnya, Komnas HAM sebagai penyelidik seharusnya tidak hanya mempercayai keterangan satu pihak dan menegasikan keterangan pihak lain. Komnas HAM dalam laporannya harus memuat keterangan dari kedua pihak secara seimbang, atau keduanya tidak digunakan.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat