PKS Minta BNPB Lebih Memperhatikan Puskesmas

Politisi PKS yang juga anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf meminta BNPB untuk memberikan perhatian lebih terhadap peran Puskesmas. Ia menilai Puskesmas adalah ujung tombak penanganan krisis kesehatan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat yang terdampak Covid-19.  

KIBLAT.NET, Jakarta – Politisi PKS yang juga anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf meminta BNPB untuk memberikan perhatian lebih terhadap peran Puskesmas. Ia menilai Puskesmas adalah ujung tombak penanganan krisis kesehatan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat yang terdampak Covid-19.

Bukhori mengambil contoh kasus yang terjadi di salah satu dapilnya, Kabupaten Kendal. Setelah meninjau langsung di lapangan, terungkap bahwa sejumlah Puskesmas di sana terpaksa melakukan iuran secara swadaya untuk memperoleh masker yang sesuai dengan standar medis untuk memenuhi keperluan tenaga kesehatan.

“Saya sangat prihatin mendapati kondisi Puskesmas tersebut. Sebagai ujung tombak kesehatan, ia terpaksa dibebankan oleh Peraturan Bupati yang secara mendadak meminta Puskesmas tersebut menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Padahal sebelumnya, tidak ada persiapan ataupun pembinaan dari Pemda,” terangnya saat raker perdana Komisi VIII DPR dengan BNPB di tahun 2021, Kamis (14/01/2021).

Konsekuensinya, demikian Bukhori meneruskan, banyak Puskesmas yang harus membayar gaji SDM tenaga kesehatan maupun tenaga administrasi non-PNS secara mandiri akibat anggaran yang tidak memadai. Mirisnya, mereka terpaksa iuran kembali untuk bisa memperoleh masker medis yang memadai secara kualitas dan kuantitas.

Bukhori meminta Kepala BNPB, Doni Monardo untuk mengoordinasikan persoalan ini dengan Pemda. Sebelumnya, politisi PKS dapil Jateng I ini mengaku telah membicarakan perihal tersebut dengan sejumlah anggota lintas komisi yang bermitra dengan Kemendagri, Kemenkes, dan Kemenpan-RB. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong upaya advokasi lebih kuat terkait peran sentral puskesmas di seluruh wilayah Indonesia dalam melayani masyarakat selama pandemi.

BACA JUGA  Innalilahi, Mantan Wasekjen MUI Nadjamudin Ramli Wafat

“Jika Puskesmas kita collapse karena kurangnya perhatian pemerintah dalam penyediaan perangkat kesehatan yang memadai hingga hak pegawai yang terabaikan, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat. Kita tidak ingin hal itu terjadi. Sebab, concern kita saat ini adalah keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, alumni Universitas Madinah Arab Saudi ini juga mendorong pelibatan tokoh agama maupun tokoh masyarakat disertakan dalam rencana program kerja BNPB di tahun 2021.

“Perjuangan ini butuh melibatkan pelbagai cara dan pihak. Perjuangan dengan akal memang perlu, namun jangan lupakan bahwa perjuangan spiritual juga harus dikuatkan. Hal ini selaras dengan tagline Satgas Covid-19; iman, imun, dan aman. Karena itu, saya mengusulkan supaya di tahun 2021 Satgas bisa turut melibatkan tokoh agama maupun tokoh masyarakat dalam penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat