Hamas Menyambut Baik Rencana Pemilu Palestina

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas menyambut baik keluarnya keputusan presiden tentang penyelenggaraan pemilihan umum untuk Dewan Nasional Palestina, Dewan Legislatif Palestina, dan pemilihan presiden.

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas menyambut baik keluarnya keputusan presiden tentang penyelenggaraan pemilihan umum untuk Dewan Nasional Palestina, Dewan Legislatif Palestina, dan pemilihan presiden.

Hamas kembali menegaskan keinginannya untuk menyukseskan pemilu ini guna mencapai kepentingan rakyat Palestina yang memiliki hak mutlak untuk memilih kepemimpinan dan wakilnya.

“Kami telah bekerja keras selama beberapa bulan terakhir demi memfasilitasi semua kesulitan untuk mencapai tujuan ini. Kami telah menunjukkan fleksibilitas yang sangat tinggi dalam hal ini karena kami percaya bahwa ini adalah hak rakyat Palestina dan harus ada di tangan rakyat Palestina,” tulis Hamas dalam siaran persnya pada Jumat (15/01/2021).

Dalam siaran pers tersebut, Hamas menekankan pentingnya menciptakan iklim pemilu yang bebas dan transparan agar pemilih dapat memberikan suaranya tanpa tekanan atau batasan apa pun dan dengan semua keadilan serta transparansi.

“Kami menekankan pentingnya menyelesaikan proses pemilihan di Yerusalem, di dalam negeri dan di luar negeri untuk membangun kembali sistem politik Palestina dan menyepakati strategi nasional yang komprehensif untuk menghadapi pendudukan Zionis,” lanjut siaran tersebut.

Untuk mencapai semua persoalan tersebut di atas, Hamas memandang semua pihak harus mempercepat penyelenggaraan dialog nasional yang komprehensif bagi seluruh bangsa Palestina tanpa kecuali.

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (15/01/2021) mengumumkan akan menggelar pemilihan anggota legislatif dan presiden pada 2021. Ini merupakan pemilu pertama di Palestina sejak 15 tahun dalam upaya untuk mencairkan perpecahan antarfaksi yang berlangsung lama.

BACA JUGA  Akankah Pemilu "Mengubah" Palestina?

Dalam keputusan yang dikeluarkan kantor presiden, Pemerintah Otoritas Palestina (PA) akan menggelar pemilihan anggota legislatif pada 22 Mei dan pemilihan presiden pada 31 Juli 2021.

“Presiden menginstruksikan komisi pemilihan dan semua aparatur negara untuk meluncurkan proses pemilihan demokratis di semua kota di tanah air,” bunyi pernyataan perwakilan PA mengacu pada Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/1/2021).

Faksi politik Palestina yang berseteru sepakat untuk melakukan rekonsiliasi dan menghadirkan front persatuan sejak Israel meneken “kesepakatan damai” dengan empat negara Arab, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko, pada tahun lalu. “Kesepakatan damai” itu sendiri membuat kecewa warga Palestina dan membuat mereka semakin terisolasi.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat