Pengacara Sebut Habib Rizieq Dijadikan Target Operasi Politik

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara HRS, Aziz Yanuar buka suara soal penetapan tersangka Habib Rizieq dalam peristiwa di RS Ummi, Bogor. Ia menyebutkan bahwa saat ini kezaliman terhadap Habib Rizieq sudah melampaui batas.

“Sangat jelas terlihat bahwa orkestra melalui instrumen hukum yang menimpa HRS saat ini telah dikendalikan oleh kekuasaan politik dari penguasa dzalim. Kedzaliman ini sudah sangat-sangat melampaui batas,” katanya kepada Kiblat.net pada Rabu (13/01/2021).

Ia lantas menukil surat Ibrahim ayat 42. Dalam ayat itu, kata Aziz, dijelaskan tentang bahwa Allah tidak akan lalai dengan perbuatan orang zalim.

“Dan janganlah kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka hingga hari yang ketika itu mata mereka terbelalak,” tuturnya membacakan arti ayat tersebut.

Aziz juga menilai, hak asasi dari HRS selaku pasien untuk tidak mengizinkan dan mempublikasikan rekam medis kondisi kesehatan beliau. Tidak boleh ada upaya paksa dalam masalah kesehatan pasien.

Hal tersebut menurut Aziz sebagaimana ketentuan Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, Pasal 12 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Pasal 17 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik, Pasal 17 Huruf h dan i. Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Pasal 22 Ayat (1) b Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996.

BACA JUGA  Pengacara HRS: Putusan Hakim Tunggal Sesat Menyesatkan

“Dan Pasal 52 UU No. 29/2004 Tentang Praktek Kedokteran, Pasal 32 Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Pasal 79 huruf b dan c UU 29/2004 jo Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 4/PUU-V/2007 (hal. 120),” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan Pasal 14 UU No. 1 Th 1946 terhadap HRS dalam kasus di RS Ummi Bogor adalah jelas merupakan upaya untuk tetap melakukan isolasi terhadap HRS dalam penjara. Ini, lanjutnya, adalah perbuatan dzalim.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq ditetapkan tersangka bersama dengan menantunya yaitu Habib Hanif Alatas dan Dirut RS Ummi, Andi Taat.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat