Praperadilan Ditolak, Pengacara HRS: Maulid Nabi Jadi Tindak Pidana?

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam agenda putusan atas permohonan praperadilan no perkara 150/pid.prap/2020/PN.JKT.SEL yang dibacakan oleh hakim tunggal Akhmad Sahyuti, permohonan praperadilan yang diajukan Pemohon dan Tim Kuasa Hukum ditolak seluruhnya.

Menanggapi hal ini, pengacara HRS, M. Kamil Pasha mempertanyakan apakah maulid Nabi Muhammad akan termasuk tindak kejahatan.

“Putusan praperadilan tersebut akan menjadi preseden, apakah penyidik dan JPU akan menjadikan tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah tindak kejahatan yang dilarang oleh negara?,” katanya kepada Kiblat.net, Selasa (12/01/2021).

Jika iya, kata Kamil, tentunya akan menjadi catatan sejarah. Bahwa di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu bentuk peristiwa pidana yang dipersepsi sebagai sebuah tindak kejahatan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Tim kuasa hukum selanjutnya akan melakukan segala upaya perlawanan hukum terhadap segala bentuk kriminalisasi terhadap HRS.

“Terima kasih kami ucapkan atas doa dan dukungan kepada HRS, keluarga maupun tim pengacaranya dari para Habaib, Ulama, asatidz, dan umat Islam di Indonesia maupun di seluruh dunia,” katanya.

“Tak lupa apresiasi terhadap seluruh Tim Advokasi HRS, yang tak lelah serta ikhlas mendampingi dan mengawal perkara praperadilan a quo,” sambungnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat