HNW Usul Penembakan Laskar Dibawa ke Pengadilan HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengkritisi hasil investigasi Komnas HAM terhadap tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq Syihab, yang menyatakan itu sebagai pelanggaran HAM, dan tidak dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat.

Padahal, lanjut HNW, Komnas HAM sendiri menyebutkan pembunuhan 4 laskar FPI adalah unlawful killing. “Itu jelas termasuk sebagai tindakan extra judicial killing yang disebut oleh UU HAM sebagai salah satu bentuk pelanggaran HAM berat,” tuturnya kepada Kiblat.net, Senin (11/01/2020).

HNW mengutip ketentuan Penjelasan Pasal 104 ayat (1) UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Ia menegaskan bahwa extra judicial killing termasuk dalam pelanggaran HAM berat.

“Diharapkan dengan status pelanggaran HAM berat, pengusutan lebih serius, dan aturan hukum soal pelanggaran HAM lebih bisa ditegakkan di Indonesia. Karena Indonesia adalah Negara Hukum dan Demokrasi, yang mempunyai UUD yang sangat mementingkan perlindungan dan pelaksanaan HAM,” terangnya.

Ia menjelaskan apabila kasus ini dinyatakan pelanggaran HAM Berat, maka sesuai dengan mekanisme dalam UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Penyelidikan Komnas HAM tersebut bisa langsung diteruskan ke Jaksa Agung untuk segera dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Mekanisme ini lebih adil, karena tidak melibatkan institusi yang anggotanya diduga melanggar HAM dalam kasus ini, yaitu kepolisian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jika kasus ini tidak diusut secara tuntas, maka akan terus menyisakan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara penegak hukum dan HAM. Ditambah lagi dengan adanya fakta yang disebutkan juga oleh Komnas HAM bahwa ada perintah kepada para Saksi untuk menghilangkan rekaman dan pengambilan CCTV oleh Polisi.

BACA JUGA  Peristiwa 21-22 Mei dan Penembakan Laskar Dibawa ke ICC

Maka, kata dia, patut diduga adanya usaha untuk menghilangkan petunjuk-petunjuk otentik adanya ‘serangan yang sistemik’ kepada para korban.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat