Ahli Pidana Kritisi Pasal yang Disangkakan ke Habib Rizieq

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah mengungkapkan keterangan Prof. Muzakir saat menjadi ahli pidana di sidang praperadilan. Menurutnya, ahli menegaskan bahwa tidak bisa pasal yang bersifat umum dicampur dengan pasal yang bersifat khusus.

“Tiga pasal yang disangkakan ke HRS ini deliknya berbeda-beda, harusnya ada 3 Sprindik. Karena UU karantina ini delik khusus sedangkan pasal 216 dan 160 KUHP ini delik umum, tidak bisa digabung,” katanya kepada wartawan pada Kamis (07/01/2021).

“Dalam penydikan ini pasal 216 dan 160 KUHP dan UU Karantina ternyata digabungkan dalam satu peristiwa hukum 160 KUHP. Itu tidak bisa menurut ahli,” sambungnya.

Sementara itu, Prof Muzakir saat memberi keterangan via zoom menegaskan bahwa Polisi harus mampu membuktikan pasal yang disangkakan kepada Habib Rizieq. Pertama, ia menjelaskan soal tuduhan HRS melanggar UU Karantina Kesehatan.

“Ini harus dibuktikan bahwa saat pelanggaran terjadi sedang ada karantina kesehatan atau lockdown. Kemudian tersangka keluar-masuk atau melanggar kekarantinaan sehingga menimbulkan kedaruratan kesehatan,” paparnya.

Kemudian terkait pasal 160 KUHP, ia menekankan bahwa perlu dibuktikan pula adanya orang yang melakukan pidana karena hasutan tersangka. Selain itu, perlu juga dijelaskan ada hasutan secara langsung.

Hasutan atau provokasi ini, menurut Prof. Muzakir adalah ajakan untuk melawan undang-undang atau melanggar hukum.

“Jadi bentuk hasutan dan orang yang melakukan pelanggaran karena hasutan tersangka ini harus dibuktikan oleh penyidik. Kalau hanya bicara ‘mari’ maka itu bukan hasutan, tapi mengajak. Hasutan dalam pasal ini lebih kepada provokasi,” tukasnya.

BACA JUGA  Mardani: Buzzer Mencemari Ruang Publik dengan Konten Negatif

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat