Anwar Abbas Pertanyakan Alasan Pemerintah Bekukan FPI

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas mempertanyakan alasan pemerintah membekukan Front Pembela Islam. Ia heran jika FPI tak punya izin sejak 2019, pemerintah tak melakukan dialog.

“FPI itu sudah tidak memiliki legal standing sejak tanggal 20 juni 2019. Kalau seperti itu mengapa pemerintah tidak panggil saja itu FPI supaya mereka mengurus kembali legal standingnya,” katanya dalam keterangan persnya, Jumat (01/01/2020).

Kedua, Anwar mempertanyakan tuduhan Pemerintah bahwa FPI itu sering melakukan sweeping. Ia meminta kejelasan kepada pemerintah apa yang FPI sweeping dan kapan baru turun melakukan sweeping.

“Saya dengar FPI itu melakukan sweeping setelah laporannya tentang masalah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak tertentu tidak kunjung mendapatkan respon dan tindak lanjut. Kalau memang seperti itu pihak penegak hukum hendaknya bersifat responsif dan cepat tanggap sehingga sweeping tidak terjadi,” tuturnya.

Ketiga, tudingan bahwa FPI sering menyebar kebencian. Yang pertanyaan saya, kata dia, kebencian apa yang mereka sampaikan.

“Apakah mereka menghasung rakyat untuk melawan pemerintah? Kalau ia hal ini tentu jelas tidak baik tetapi yang menjadi pertanyaan saya mengapa mereka sampai melakukan hal demikian?,” ucapnya.

Maka, Anwar menekankan bahwa langkah yang terbaik dilakukan oleh pemerintah bukan memukul dengan membubarkannya. Tapi dengan merangkul dengan mengajak mereka untuk bermusyawarah dan berdialog.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat