Beredar Surat Telegram Polri Larangan FPI Beraktivitas, Ini Kata Munarman

KIBLAT.NET, Jakarta – Beredar surat telegram Polri yang berisi tentang larangan beraktifitas bagi enam Ormas, salah satu adalah Front Pembela Islam (FPI). Sekretaris Umum FPI, Munarman pun angkat bicara atas hal tersebut.

Munarman menilai bahwa jika surat telegram itu benar, maka substansi dalam surat tersebut salah. Sebab, tidak ada Perppu yang berjudul yang berjudul pembubaran Ormas.

“Yang ada Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang telah menjadi UU No. 16 Tahun 2017, yang merupakan perubahan atas UU Tentang Ormas. Sekali lagi Tidak ada Perpu tentang pembubaran Ormas,” kata Munarman dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).

Ia juga menyebutkan bahwa beleid atau kebijakan yang berupa peraturan dalam bentuk undang-undang atau Perppu dalam Pasalnya tidak pernah dan tidak dikenal sistem menyebutkan subjek tertentu.

“Jadi bila telegram tersebut benar maka isi dari telegram tersebut pasti salah karena tidak sesuai kaidah sistem perundangan. Maka bisa dipastikan bahwa isi telegram, sekali lagi bila memang benar ada telegram tersebut, adalah tidak benar dan melanggar sistem hukum yang berlaku di Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, pengirim telegram harus membuktikan dulu Pasal berapa dalam Perppu yang dimaksud telegram yang menyebutkan nama-nama ormas yang di larang tersebut. Dan Perppu Nomor berapa yang dimaksud oleh pihak pembuat telegram.

Sebagaimana diketahui, beredar surat telegram dengan nomor STR/965/XII/IPP.3.1.6./2020 yang ditandatangani oleh Wakabaintelkam Polri, Irjen Suntana. Surat tersebut ditulis salah satunya ormas Front Pembela Islam atau FPI secara sah tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitasnya.

BACA JUGA  Busyro Muqqodas: Ungkap Aktor Intelektual Penembakan Laskar

Pelarangan aktivitas ini dituliskan mengacu pada Perppu tentang pembubaran Ormas. Selain FPI, Ormas lain yang dilarang beraktivitas adalah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Ansorut Tauhid (JAT), Forum Umat Islam (FUI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat