Singgung Kerudung Panjang, Cabup Sukoharjo Dikecam

KIBLAT.NET, Jakarta – Calon Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendapat kecaman pasca menyinggung soal kerudung.

Sebab, dalam sebuah acara yang dihadiri oleh masyarakat umum di Desa Gumpang Kartasura, Cabub yang diusung PDIP itu mengatakan: “Orasah nganggo kudung dowo, kudung dowo gur nggo ngapusi thok nggo opo” (Tidak Usah Pakai Kerudung Panjang, Kerudung Panjang Hanya Buat Menipu Untuk Apa).

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengatakan bahwa ucapan Etik bentuk penghinaan terhadap jilbab. Ketua Tim Advokasi DSKS, Endro Sudarsono menilai jilbab bentuk ketaatan muslimah terhadap Allah.

“Ini penghinaan kepada pengguna jilbab, karena yang disebut kerudung panjang yang dipakai oleh muslimah adalah bentuk ketaatan kepada perintah Allah dalam Al qur’an,” kata Endro, Jumat (04/12/2020).

Maka, ia meminta Etik menarik kembali ucapan dan mengakui kesalahannya. DSKS juga mendesak Etik meminta maaf kepada umat Islam dan disebarkan ke media massa, cetak, elektronik dan sosial.

Selain itu, Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) M. Taufik menilai penistaan agama tidak termasuk dalam tindak pidana pemilu. Maka, jika ada laporan polisi soal ini, Polisi tak boleh menolak dengan alasan ini pidana pemilu.

“Jadi ini pidana umum. Nanti setelah berakhirnya proses pemilu, kepolisian tetap harus memproses aduan masyarakat,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menyayangkan ucapan Etik. Sebab, kalimat Paslon 01 itu dapat dimaknai negatif.

BACA JUGA  Ekstremisme Dianggap Meningkat, Jokowi Teken Perpres no 7 Tahun 2021

“Agar lebih jelas yang bersangkutan menjelaskan secara terbuka, apa maksud kalimat itu. Bisa jadi dimaksudkan supaya mengajak pakai kerudung dengan benar,” ucapnya.

“Namun secara umum dapat dimaknai adanya stigmatisasi kurang positif terhadap pemakai kerudung panjang.Nah ini yang harus diperjelas, untuk seseorang tertentu atau secara umum,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat