Sistem Demokrasi Liberal Bikin Hoaks Makin Marak

KIBLAT.NET, Jakarta – Merebaknya hoaks masih menjadi permasalahan masyarakat. Dalam hal ini, Redaktur Ahli Kiblat.net, Fajar Shadiq menyebutkan bahwa hoaks tersebar lantaran arus informasi yang semakin deras.

“Kenapa hoaks banyak tersebar, salah satunya karena sekarang arus teknologi dan informasi yang sangat deras. Dulu kalau mau mencari informasi harus lewat radio, baca koran dan nonton televisi,” katanya dalam webinar, “Mengenali Hoaks dan Cara Menangkalnya” pada Ahad (22/11/2020).

“Jadi dulu sistemnya gatekeeper, informasi dari hanya dari satu pintu yaitu yang mempunyai otoritas. Sekarang semua setara, semua punya informasi dan bisa menyebarkannya,” sambungnya.

Fajar menyebut, gelombang inilah yang buat masyarakat Indonesia gagap. Menurutnya, banyak yang kepayahan melihat mekanisme ini terjadi. Kondisi yang demikian, kata dia, akhirnya banyak muncul berita palsu.

“Dan banyak juga masyarakat yang mempercayai hoaks. Masyarakat pun dibuat tak punya pijakan. Konsekwensinya, mereka bisa membuat keputusan yang salah,” ucapnya.

Ia lantas mengutip ucapan Tom Nichols tentang matinya kepakaran. Media sosial menurut Fajar berkontribusi dalam mematikan kepakaran.

“Selain media sosial, ada juga praktek jurnalisme buruk, komersialisasi pendidikan dan demokrasi yang buruk,” jelasnya.

Untuk poin terakhir, lanjutnya, demokrasi liberal memungkinkan seseorang berpendapat semaunya. “Jadi permasalahan tidak hanya pada lemahnya literasi, tapi juga pada sistem,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat