BNPT Sebut Santri dan Santriwati Rentan Terpapar Radikalisme

KIBLAT.NET, Mataram – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar, bersilaturahmi dengan Pembina sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (NW), Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainul Majdi, serta keluarga besar Pondok Pesantren NW.

Di hadapan pimpinan serta tenaga pendidik pesantren, Boy Rafli mengungkapkan bahwa paham radikal intoleran yang dapat mendorong terjadinya aksi terorisme bisa menyasar siapa saja. Dalam hal ini ia menegaskan bahwa santri dan santriwati pun rentan terpapar paham tersebut.

Berkaca dari fenomena aksi teror di Tanah Air yang melibatkan remaja pesantren, Boy Rafli ingin agar tiap unsur dalam tubuh pesantren lebih peka dan dapat mengantisipasi pergerakan kelompok radikal. Karena saat ini, kelompok tersebut gencar menggunakan sosial media untuk melakukan propaganda, menggalang dukungan, hingga melakukan perekrutan.

Di samping itu, kurikulum wawasan kebangsaan harus dikembangkan. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam sejarahnya santri pun turut mengawal kemerdekaan Indonesia. Kepala BNPT pun menitipkan agar santri dan santriwati tak hanya dididik untuk cinta agama tetapi juga cinta pada negara.

“Disamping mendapatkan ilmu agama, kami menitipkan agar mereka memiliki rasa kecintaan terhadap Tanah Air,” ungkap Boy Rafli dalam keterangan pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, Kepala BNPT menggandeng Pesantren NW untuk menjadi mitra strategis BNPT dalam mereduksi paham radikal di wilayah. Pondok pesantren itu selamanya akan menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia

BACA JUGA  Yuk, Ikuti! Serial Webinar: Kiat Selamat Meski Hirup Udara Hoaks

TGKH Muhammad Zainul Majdi menyambut kerja sama yang dirajut. Ia mengatakan bahwa terorisme adalah musuh bersama sehingga menjadi tugas bersama untuk membentengi anak muda, termasuk santri dan santriwati, dari pemikiran yang mengarah pada radikal terorisme. Pesantren pun siap menjadi garda terdepan untuk menjaga nilai kebangsaan.

“Kita punya kesepahaman yang sama dan ditegaskan bahwa Pondok Pesantren itu selalu menjadi garda terdepan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, dan Insya Allah benteng itu akan semakin lama semakin kuat,” tutur TGKH Muhammad Zainul Majdi.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat