Ada Salah Ketik, Margarito Kamis Sebut UU Ciptaker Cacat Formil

KIBLAT.NET, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menyebutkan bahwa undang-undang Cipta Kerja cacat formil atau cacat cara pembentukannya. Sebab, ada kesalahan ketik saat UU tersebut diteken oleh Presiden Jokowi.

“Itu cacat formil dan berakibat tidak sah sebagai undang-undang karena cara pembentukannya salah. Harus diajukan ke Mahkamah Konstitusi secara formil dan harus dinyatakan batal oleh MK,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (06/11/2020).

“Jadi pengajuannya itu mempersoalkan cara pembentukannya bukan pasal per pasal atau ayat per ayat,” sambungnya.

Margarito menegaskan bahwa pasal yang salah itu cukup beralasan untuk mengkualifikasi sebagai akibat dari cara pembuatan yang salah. Oleh sebab itu, jika ini diajukan ke MK ia berharap agar hakim berpikir jernih.

“Semua itu harus dikonstruksi menjadi cara pembuatan yang salah.
Salah tulis atau apapun namanya kan kualifikasinya adalah cara membuat pasal. Jadi cara membuat pasal salah, maka itu salah,” tuturnya.

Kalau kekeliruan ini dibenarkan, kata dia, sama halnya MK sedang menciptakan jalan untuk terciptanya tiran di Indonesia. “Saya tidak menyebut Jokowi tiran, tapi di masa depan siapaun pemerintah dan DPR bisa seenaknya membuat undang-undang,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat