Nasib Dokter RSUD Muara Teweh: Beli APD Sendiri, Hingga Tak Dapat Insentif Pemerintah

KIBLAT.NET, Jakarta – Tim Advokasi Penyelamat Anggaran Negara (TAPERA), selaku kuasa hukum dari Para Pemohon H. Ahmad Shabri Lubis, H. Munarman, SH dkk, telah melaksanakan persidangan secara daring, Pengujian UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penanganan Covid-19. Agenda kali ini mendengarkan keterangan saksi dari Pemohon.

Saksi dr Chilafat Dalimunthe, SpAn yang merupakan kepala ICU dan Tim inti Penanggulangan Covid 19 RSUD Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah mengatakan bahwa sejak awal kemunculan Covid di Indonesia, bersama rekan dokter di RSUD mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dan SOP penanggulangan Covid-19 secara mandiri. Bukan dari RSUD maupun Pemerintah.

“RSUD Muara Teweh Barito Utara Kalteng juga dijadikan Rumah Sakit rujukan di Provinsi Kalimantan Tengah, namun fasilitas kesehatan rumah sakit sangat minim untuk penanganan Covid-19,” katanya, Selasa (27/10/2020).

Ia menyebutkan bahwa penanganan pasien Covid-19 memerlukan ventilator khusus yang lebih spesifik. Akan tetapi ventilator yang ada di RSUD banyak yang sudah rusak dan tidak memadai untuk penanganan Covid-19.

“Saya pernah meminta bantuan untuk tambahan ventilator yang lebih spesifik untuk penanganan Covid-19, namun hingga saat ini tidak pernah dipenuhi,” paparnya.

Menurutnya, suplai obat-obatan ke RSUD Muara Teweh Barito Utara Kalteng untuk diberikan kepada pasien Covid-19 sangat minim.

“Bahkan hingga saat ini saya dan rekan-rekan tenaga kesehatan yang terlibat langsung penanganan Covid-19 di RSUD Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng tidak pernah mendapatkan insentif seperti yang dikabarkan Pemerintah,” ucapnya.

BACA JUGA  Cegah Ekstrimisme, Menag: Guru PAI Harus Bina Aktivitas Keagamaan Siswa

Berdasarkan keterangan saksi tersebut, Pengacara Pemohon, Sumadi Atmadja mengatakan bahwa Pemerintah tidak serius menangani sektor kesehatan, yang merupakan sektor paling vital dalam penanggulangan Covid-19. Pemerintah, kata dia, lebih mengutamakan iklim bisnis dibanding keselamatan kesehatan rakyat umum.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat