Dikabarkan Mundur dari Timnas Karena Komentar Macron, Paul Pogba: Hoaks

KIBLAT.NET, Paris – Bintang Sepakbola Prancis, Paul Labile Pogba menepis kabar dirinya pensiun dari Timnas Prancis sebagai respons atas komentar Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai menyudutkan Islam. Pogba menegaskan berita itu adalah hoaks alias bohong.

Media Inggris The Sun mengabarkan Pogba berniat pensiun dari Timnas Prancis karena komentar Macron terkait peristiwa pemenggalan seorang guru di Conflans-Sainte-Honorine, Prancis pada 16 Oktober.

Macron menyebut peristiwa itu sebagai serangan teroris Islamis. Dia mengatakan guru yang bernama Samuel Paty tersebut dibunuh karena mengajarkan kebebasan berekspresi.

Samuel Paty (47) adalah seorang guru bahasa dan sejarah dibunuh pada 16 Oktober pada siang hari di pinggiran kota Paris oleh seorang anak berusia 18 tahun. Diduga motif pembunuhannya adalah tindakan Paty yang menampilkan kartun Nabi Muhammad di kelas sebagai contoh kebebasan berekspresi. Pihak kepolisian sendiri menembak mati pelaku.

Samuel Paty pun mendapat penghargaan tertinggi dari pemerintah Prancis yaitu Legion d’Honneur. Keputusan pemerintah memberikan penghargaan tersebut juga dikabarkan memicu keputusan Pogba untuk mundur.

Maka lewat akun Instagram @paulpogba, pemain 27 tahun itu memberikan klarifikasinya.

“Berita bohong yang tak bisa diterima,” tulis Pogba sembari mengunggah tangkapan layar berita The Sun.

Klarifikasi Paul Pogba terkait kabar dirinya mundur dari timnas di story Instagramnya.
Klarifikasi Paul Pogba terkait kabar dirinya mundur dari timnas di story Instagramnya.

Pogba sendiri merupakan satu dari tujuh pemain muslim yang turut mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 2008. Meski terlahir dari rahim seorang muslimah, Pogba mengaku dirinya mualaf dan baru memeluk Islam ketika remaja.

BACA JUGA  Tak Masuk Kepengurusan MUI, Din: Saya Memang Mau Berhenti

Pada 2019, di podcast Life Times Pogba mengungkapkan alasannya memeluk agama Islam.

“Itu membuat saya mensyukuri segalanya. Itu mengubah saya, menyadari banyak hal dalam hidup. Saya rasa, mungkin itu membuat membuat diri saya lebih merasa damai,” ungkap Pogba kala itu.

“Itu merupakan perubahan bagus dalam hidup saya karena saya tak lahir sebagai seorang Muslim, meski ibu saya begitu. Saya tumbuh seperti itu, respek untuk semua orang,” sambung Pogba.

Pogba juga menggambarkan Islam sebagai sesuatu yang indah.

“Islam tak seperti gambaran yang dilihat semua orang: terorisme. Apa yang kita dengar di media berbeda, itu (Islam, red.) suatu hal yang indah,” ujarnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat