Hari Santri, KH Luthfi Basori: Umat Islam Harus Punya Jiwa Jihad Fisabilillah

KIBLAT.NET, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Bashori memaparkan bahwa Hari Santri diperingati pada 22 Oktober untuk mengenang hari ketika KH. Hasyim Asy’ari menetapkan resolusi jihad.

Ia menyebut, resolusi jihad ini dalam rangka melawan kolonial Belanda di Surabaya. Saat itu, KH. Hasyim Asy’ari meminta kepada pemerintah agar benar-benar melawan Belanda demi kemerdekaan Indonesia.

“Maka peristiwa ini harus dijadikan oleh para santri khususnya, dan umat Islam pada umumnya serta bangsa Indonesia agar mempunyai jiwa jihad fisabilillah. Yaitu mempertahankan Indonesia agar tidak dikuasai oleh negara asing mana pun,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (22/10/2020).

Oleh sebab itu, kata dia, dengan hari resolusi jihad itu bangsa Indonesia harus mempertahankan siapapun dari bangsa lain yang akan menguasai Indonesia. Baik dari ekonomi, tata negara atau politik negara dan segala sesuatu.

“Jadi tidak boleh bangsa lain untuk mempengaruhi apalagi sampai menjajah Indonesia untuk yang kesekian kali,” tegasnya.

Ia mengajak umat Islam agar menjadikan hari santri sebagai hari resolusi jihad. Kita berjihad, yaitu berjuang dengan sungguh-sungguh mempertahankan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

“Maka kalau ada bangsa asing yang datang ke Indonesia, kalau mereka mau menjajah wajib diusir,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat