Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf, Setiap Warga Punya Beban Utang Rp20,5 Juta

KIBLAT.NET, Jakarta – Selama satu tahun periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, ternyata utang pemerintah Indonesia tumbuh sebesar sebesar US$200,1 miliar atau tumbuh 3,4 persen secara tahunan pada Agustus 2020.

Data ini dihimpun dari posisi utang luar negeri yang diterbitkan Bank Indonesia. Menurut Bank Indonesia (BI), perkembangan ini terutama didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral yang memberikan dukungan kepada Indonesia untuk menangani pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengungkapkan utang pemerintah masih akan terus bertambah hingga 2022.

“Belum apalagi outlook rasio pajak masih akan rendah karena pemerintah bagi bagi insentif sampai 2022 khususnya penurunan tarif PPh badan,” ujar Bhima seperti dilansir dari Bisnis.com pada Selasa (20/10/2020).

Indonesia juga tercatat menempati urutan ke-7 tertinggi diantara negara berpendapatan menengah dan rendah dalam Utang Luar Negeri (ULN) yakni US$402 miliar. Data ini dikutip dari International Debt Statistics 2021-Bank Dunia.

“Beban ULN Indonesia jauh lebih besar dari Argentina, Afrika Selatan dan Thailand,” tuturnya.

Ditengah situasi pandemi pemerintah terus menambah utang dalam bentuk penerbitan utang valas yang rentan membengkak jika ada guncangan dari kurs rupiah. Pemerintah pada tahun 2020 juga menerbitkan Global Bond sebesar US$4,3 miliar dan jatuh tempo pada 2050 atau tenor 30,5 tahun.

BACA JUGA  KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI 2020-2025

“Artinya, pemerintah sedang mewarisi utang pada generasi kedepan,” ujar Bhima.

Menurut perhitungannya, setiap 1 orang penduduk di era Pemerintahan Jokowi-Maa’ruf Amin tercatat menanggung utang Rp20,5 juta, yakni utang pemerintah Rp5.594,9 triliun per Agustus 2020 dibagi 272 juta penduduk.

Artinya, dari bayi hingga manula yang menjadi warga negara Indonesia memiliki beban utang yang sama.

Bahkan, dia mengingatkan sampai 2050, Indonesia masih akan menanggung utang dari apa yang ditarik untuk pembiayaan pandemi saat ini, karena ada tenor global bond yang mencapai 30,5 tahun tersebut.

Reporter: Taufiq Ishaq
Sumber: Bisnis.com

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat