Guru di Prancis Dipenggal Karena Lecehkan Nabi Muhammad

KIBLAT.NET, Paris – Samuel Paty dipenggal pada hari Jumat di luar tempatny mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, di pinggiran utara Paris. Pelakunya seorang pemuda Chechnya berusia 18 tahun yang kemudian ditembak mati oleh polisi. Dia marah karena Paty melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Di media sosial, tersebar bahwa Paty telah menunjukkan gambar seorang pria telanjang dan mengatakan kepada para siswa bahwa itu adalah “nabi umat Islam”.

Empat siswa ditahan oleh polisi Prancis pada hari Senin karena dicurigai membantu pria yang memenggal kepala guru sejarah itu untuk mengidentifikasi korbannya dengan imbalan uang.

Mereka termasuk di antara 15 orang yang ditahan atas insiden tersebut. Salah satunya sebelumnya telah divonis bersalah atas kejahatan terkait terorisme dan mengaku pernah berhubungan dengan pria yang membunuh Paty.

Presiden Emmanuel Macron, yang menyebut kejahatan itu sebagai “serangan teroris Islam”.

Penyerang lahir di Rusia tetapi pernah tinggal di kota Evreux di barat laut Paris. Dia sebelumnya tidak dikenal oleh badan intelijen.

Serangan hari Jumat adalah yang kedua sejak pengadilan dimulai bulan lalu atas pembunuhan Charlie Hebdo; bulan lalu seorang pria melukai dua orang dalam serangan di dekat bekas kantor majalah itu.

Majalah tersebut menerbitkan ulang kartun-kartun kontroversial tersebut menjelang persidangan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat