AS Desak Arab Saudi Pulihkan Hubungan dengan Israel

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mengakui Israel. Dorongan ini untuk mengikuti langkah Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Bahrain, yang secara ketat mengoordinasikan kebijakan luar negerinya dengan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) pada 15 September menandatangani apa yang disebut Abraham Accords dengan Israel di Gedung Putih.

Pejabat Palestina mengutuk normalisasi itu sebagai “tusukan dari belakang terhadap perjuangan Palestina dan rakyat Palestina”.

Bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan di Washington, DC, pada hari Rabu, Pompeo mengklaim perjanjian itu “berkontribusi besar pada tujuan bersama untuk perdamaian dan keamanan regional”.

“Mereka mencerminkan dinamika yang berubah di kawasan, di mana negara-negara dengan tepat mengakui kebutuhan kerja sama regional untuk melawan pengaruh Iran dan menghasilkan kemakmuran,” kata Pompeo.

“Kami berharap Arab Saudi akan mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungannya juga. Kami ingin berterima kasih kepada mereka atas bantuan yang mereka miliki dalam menyukseskan Abraham Accords sejauh ini.”

Dia berharap kerajaan akan mendorong para pemimpin Palestina atau Otoritas Palestina (PA) untuk kembali bernegosiasi dengan Israel.

AS mencoba membujuk lebih banyak negara Teluk untuk mencapai kesepakatan serupa dengan Israel, seperti yang dilakukan UEA dan Bahrain pada upacara 15 September di Washington, DC.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat