Bocah 12 Tahun Meninggal Usai Bermain PUBG

KIBLAT.NET, Kairo – Seorang bocah lelaki Mesir berusia 12 tahun meninggal pada Senin (28/09/2020) lalu karena serangan jantung mendadak setelah bermain game online PUBG selama berjam-jam tanpa istirahat.

Anak itu dirawat di Rumah Sakit Al-Salam di Port Said. Namun Departemen Gawat Darurat di Direktorat Kesehatan mengkonfirmasi bahwa dia telah meninggal sebelum mencapai rumah sakit.

Gangguan koroner diidentifikasi sebagai penyebab kematian dengan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba karena kelebihan berat badan.

Menurut  Egypt Independent, orang tua anak tersebut menemukannya di samping ponselnya, dengan permainan PUBG masih berjalan. Investigasi dikatakan sedang berlangsung, tetapi dugaan menguat kerena game itu, merujuk pada kasus-kasus sebelumnya.

Pada tahun 2018 seorang guru Mesir ditikam hingga mati beberapa kali oleh siswanya yang berusia 16 tahun. Game PUBG disebut-sebut membuatnya melakukan kejahatan. Dinyatakan bahwa membunuh orang adalah salah satu tujuan utama permainan dan terbayang seolah dirinya hadir di dalam permainan tersebut.

Tahun lalu, seorang bocah lelaki Mesir berusia 14 tahun  menikam temannya setelah perkelahian terjadi di antara mereka selama bermain game.

Al-Azhar, lembaga keagamaan tertinggi di negara itu, telah mengeluarkan peringatan terhadap bahaya game online bagi anak-anak dan menerbitkan kembali fatwa larangan bermain PUBG. Al-Azhar menyarankan orang tua untuk memantau anak sepanjang waktu, memeriksa aplikasi seluler yang mereka gunakan, membatasi waktu yang mereka habiskan di perangkat mereka dan mendorong aktivitas lain seperti olahraga dan belajar.

Al-Ahram melaporkan bahwa terlepas dari fatwa Al-Azhar, PUBG saat ini adalah game yang paling banyak diunduh di toko aplikasi iOS Apple versi negara itu. PUBG, disingkat dari Playerunknown’s Battlegrounds, adalah game multipemain yang telah mendapatkan popularitas besar dalam versi aplikasi selulernya, dengan ratusan juta unduhan di seluruh dunia.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat