Penyerang Marah Charlie Hebdo Terbitkan Ulang Karikatur Nabi Muhammad

KIBLAT.NET, Paris – Tersangka utama penikaman ganda di Paris mengatakan kepada penyelidik bahwa dia melakukan serangan di luar bekas kantor majalah Charlie Hebdo karena marah atas karikatur Nabi Muhammad yang baru-baru ini diterbitkan ulang.

Tersangka berusia 18 tahun itu mengatakan bahwa dia bermaksud menargetkan majalah satir mingguan, yang pada Januari 2015 menjadi sasaran orang-orang bersenjata.

Serangan pada hari Jumat itu terjadi tiga minggu setelah digelar persidangan di Paris terhadap tersangka serangan Januari 2015 terhadap Charlie Hebdo, seorang polisi wanita, dan supermarket Yahudi yang menewaskan 17 orang.

Pria itu diyakini melakukan penikaman sendirian, delapan orang lainnya sekarang juga ditahan menyusul dua penahanan lagi pada hari Sabtu.

“Dua orang baru yang ditangkap adalah adik laki-laki tersangka dan kenalan lainnya,” kata sumber pengadilan.

Orang-orang yang terluka adalah karyawan agensi produksi TV pemenang hadiah Premieres Lignes, yang kantornya berada di blok yang sama di pusat kota Paris yang dulu menampung Charlie Hebdo.

Namun, diyakini kedua korban, yang turun ke jalan untuk berhenti merokok, tidak diserang secara tertarget. Mereka terluka parah tetapi nyawa mereka tidak dalam bahaya.

“Tersangka keliru bahwa kantor Charlie Hebdo masih di gedung itu dan ingin menyerang wartawan dari majalah tersebut,” kata seorang sumber.

Charlie Hebdo pindah kantor setelah serangan 2015 dan alamatnya saat ini dirahasiakan untuk alasan keamanan.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada hari Jumat serangan itu “merupakan tindakan terorisme Islam”. Jaksa anti terorisme telah membuka penyidikan.

Lima orang yang ditangkap berada di sebuah apartemen di Pantin di pinggiran utara Paris, Seine-Saint-Denis, alamat terakhir yang diduga alamat penyerang.

Tersangka tiba di Prancis tiga tahun lalu sebagai anak di bawah umur tanpa pendamping, yang tampaknya dari Pakistan. Tetapi identitasnya masih diverifikasi.

Jum’at malam, polisi membebaskan seorang pria lain yang dekat dengan lokasi serangan tetapi yang dipastikan menjadi saksi yang “mengejar penyerang”.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat