Buat Video Paksaan Jilbab Bagi Anak, DW Indonesia Banjir Kritikan

KIBLAT.NET, Jakarta – Akun twitter @dw_indonesia memposting video pendek soal paksaan berjilbab bagi anak. Dalam video itu, Rahajeng Ika selaku psikolog menyebut bahwa anak belum mampu mengambil keputusan dan bertanggungjawab terhadap keputusan tersebut.

“Jadi resikonya adalah mereka memakai sesuatu tapi belum paham betul konsekwensi dari pemakaiannya itu. Permasalahannya, jika kemudian hari bergaul dengan teman teman yang agak berbeda pandangan boleh jadi dia mengalami kebingungan apakah dengan dia berpakaian tersebut dia punya batasan bergaul,” tuturnya.

Dalam video itu Nong Darol Mahmada yang ditulis sebagai feminis muslim juga memberikan tanggapan. Istri dari Guntur Romli ini khawatir jika anak dipaksa memakai jilbab akan menjadi eksklusif.

“Sebenarnya wajar wajar saja si anak mengikuti keinginan atau arahan orang tua, pihak guru atau orang dewasa. Tetapi kekhawatiran saya sebebarnya lebih kepada membawa pola pikir si anak itu menjadi eksklusif karena sejak kecil ditanamkan sejak kecil ‘berbeda dengan yang lain’,” ucapnya.

Postingan DW Indonesia

Video ini lantas banjir kritikan dari netizen. Bahkan, DW indonesia menjadi trending topic di twitter. Akun @zarrazetirazr mempertanyakan apakah anak TK sudah bisa memilih.

“Bikin postingan pendek dengan narsum dan narasi gak berimbang gunanya apa? Apakah anak2 yang disekolahin TK punya pilihan ? Perasaan gue males banget sekolah TK dulu tapi sekolah juga karena dipaksa ortu , uda gede kubersyukur,” tulisnya.

BACA JUGA  Definisi Ekstremisme di Perpres no 7 Tahun 2021 Tak Jelas

Semantara itu, netizen bernama Mashitah Oliver menyebutkan bahwa dia sudah berjilbab sejak dini. Namun tak pernah merasa minder dalam bergaul dengan orang.

“Ribet amat, gw n adik-adik gw dr kecil pake jilbab ga punya rasa minder atau berbeda dlm pergaulan. Apalagi sejak di Australia ditmpt cm gw yg pake hijab ga da punya rasa berbeda, santuy aja. Bule-bule aje kaga ribet,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat