Temuan Komnas HAM: Hendri Terindikasi Disiksa Hingga Meninggal

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membeberkan temuan terkait kematian Hendri Alfred Bakari. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam membenarkan adanya penangkapan sewenang-wenang kepada Hendri.

“Bahwa benar terjadi penangkapan Hendri secara sewenang-wenang pada 6 Agustus 2020. Karena surat perintah penangkapan tidak segera diberikan kepada pihak keluarga dan terjadi kekerasan dalam proses penegakan hukum terhadap Hendri, didukung
dengan adanya keterangan medis adanya luka di beberapa bagian tubuh korban,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Jumat (25/09/2020).

Ia juga menyebutkan bahwa telah dilakukan tindakan wrapping pada jenazah Hendri oleh petugas pemulasaran jenazah atas permintaan Dokter Forensik. Namun, kata eia, ini sedang kami dalami.

“Apakah tindakan tersebut merupakan kebutuhan protokol kesehatan atau memiliki indikasi-indikasi yang lain,” tuturnya.

Anam menyebut, pihak Propam Polda Kepri telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Sat Resnarkoba Polresta Barelang yang melakukan penangkapan dan penahanan Henry.

“Maka berdasarkan temuan lapangan tersebut, terdapat indikasi sangat kuat telah terjadi penyiksaan pada peristiwa penangkapan yang berujung pada kematian Hendri Alfred Bakari,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat