Setelah 5 Tahun, Azan di Jerman Kembali Berkumandang

KIBLAT.NET, Berlin – Pengadilan Jerman pada Rabu menolak permohonan untuk membungkam panggilan muazin dari sebuah masjid di kota kecil setelah sengketa hukum yang berlangsung selama lima tahun.

Komunitas Islam Turki (DİTİB) sekarang dapat sekali lagi menggunakan pengeras suara untuk panggilan shalat di kota Oer-Erkenschwick di negara bagian North Rhine Westphalia.

Penduduk lokal mengajukan gugatan pada tahun 2015 terhadap izin yang relevan, yang membuat komunitas Muslim hanya dapat menggunakan pengeras suara paling banyak 15 menit pada waktu siang dan pada hari Jumat.

Atas gugatan ini, azan dihentikan selama lima tahun. Gugatan itu dilayangkan oleh pasangan yang tinggal sekitar 900 meter (2.953 kaki) dari masjid, yang mengatakan kebebasan beragama mereka terhalang oleh suara tersebut.

Pengadilan, yang duduk di Muenster, menolak argumen mereka.

“Setiap masyarakat harus menerima bahwa terkadang seseorang akan sadar bahwa orang lain menjalankan iman mereka,” kata hakim ketua Annette Kleinschnittger.

“Selama tidak ada yang dipaksa untuk menjalankan agama mereka, tidak ada alasan untuk mengeluh,” katanya memutuskan.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat