... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Krisis, Keledai Gantikan Fungsi Mobil di Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Abu Mohammed bercerita tentang keledai yang dia jual. Hewan itu kini menjadi komoditas yang harus dimiliki pada saat krisis bahan bakar dan mata uang.

Warga Yaman terpaksa menggunakan keledai untuk mengangkut air dan barang karena konflik telah menghancurkan ekonomi selama lebih dari lima tahun. Mobil-mobil jenis SUV yang boros bahan bakar tidak terjangkau oleh sebagian besar orang.

“Semakin tinggi harga bahan bakar dan biaya hidup, semakin banyak permintaan akan keledai,” kata Abu Mohammed, saat ia duduk di sepanjang jalan sampah di selatan kota pelabuhan Aden.

Tidak ada wilayah Yaman yang luput dari konflik tersebut, di mana pemberontak Syiah Hutsi yang didukung Iran telah merebut sebagian wilayah utara dari pemerintah yang diakui secara internasional.

Sementara itu, inflasi yang merajalela membuat sebagian besar persediaan menjadi langka dan mahal.

Saat Yaman tenggelam lebih dalam ke dalam krisis, PBB memperkirakan tiga perempat dari 29 juta populasinya bergantung pada bantuan. PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Satu liter bensin sekarang dijual seharga $ 0,50 (Rp 7 ribu), di negara penghasil minyak itu. Sementara guru berpenghasilan kurang dari $ 25 sebulan.

Mata uang Yaman terus terdepresiasi – saat ini lebih dari 800 riyal terhadap dolar AS di pasar gelap, dibandingkan dengan 610 riyal pada bulan Januari.

Di Aden, sebagian dibangun di atas situs vulkanik yang disebut Kawah. Penggunaan keledai sudah lama menjadi kebiasaan di distrik pesisir berbukit sebelum sarana transportasi modern.

Sekarang, di abad ke-21, anak-anak yang duduk di atas keledai yang mengangkut beban berat dan jerigen air menjadi pemandangan umum.

“Terkadang bensin tidak dapat ditemukan selama dua minggu,” kata Abu Mohammed. “Orang-orang kembali ke metode yang lebih sederhana.”

Ayah sembilan anak, yang berusia 38 tahun itu terlihat jauh lebih tua dari usianya. Ia beralih ke perdagangan keledai dua tahun lalu setelah kehilangan pekerjaan.

Bisnis telah berkembang pesat.

Dia membeli hewan dari provinsi Abyan di dekatnya, yang harganya lebih murah, dan kemudian menjualnya di Aden.

“Kami bisa mendapat untung antara 7.000 dan 8.000 riyal sehari, dan hampir tidak ada biaya untuk memberi makan keledai,” katanya.

“Bagaimana saya bisa memberi makan anak-anak saya dengan biaya hidup yang tinggi? Bahkan jika saya mencari pekerjaan lain, saya tidak dapat menemukannya,” katanya.

“Terima kasih kepada Tuhan, dan kemudian kepada keledai, saya memiliki penghasilan.”

Mohammed Anwar, ayah tiga anak yang juga menafkahi ibu dan saudara perempuannya, mengatakan bahwa rumah tangganya adalah salah satu dari sekian banyak rumah di Yaman yang tidak memiliki air ledeng.

“Jika kita tidak punya keledai, kita tidak akan punya air,” katanya sambil membawa hewan itu ke pompa bensin dengan setumpuk jerigen.

Tetapi karena antrian di pom bensin semakin panjang dan permintaan akan keledai meningkat, harga hewan juga naik.

“Seekor keledai sekarang harganya antara 70.000 dan 100.000 riyal, dan orang miskin masih tidak mampu membelinya,” kata Anwar.

Sumber: The National
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

HNW Apresiasi Komitmen Ormas Islam Lindungi Ulama Pasca Penusukan Syekh Jaber

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mendukung langkah sejumlah Ormas Islam,

Kamis, 17/09/2020 16:51 0

Indonesia

Polri Duga Ada Tindak Pidana dalam Kebakaran Gedung Kejagung

Pihak Kepolisian masih mendalami kebakaran yang terjadi di Gedung Kejaksaan Agung.

Kamis, 17/09/2020 16:16 0

Kiblatorial

Kiblatorial: Kisruh Tentara Urus Dakwah

Proyek sertifikasi dai justru menambah panjang daftar polemik-polemik yang pernah dibuat oleh Menag Fachrul Razi.

Rabu, 16/09/2020 19:42 0

Analisis

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Saksi Ungkap Fakta Menarik

Hari Selasa (15/09/2020) kemarin, sidang perdata yang menggugat Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur, kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. Kali ini, pihak penggugat mengajukan dua orang saksi yang mengetahui benar bahwa Yusuf Mansur pernah mengembalikan sejumlah uang kepada seorang investor Condotel Moya Vidi.

Rabu, 16/09/2020 15:40 0

Indonesia

Komisi III DPR: Preman untuk Pendisiplinan Protokol Kesehatan Bisa Repot

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi berharap pengerahan

Rabu, 16/09/2020 15:24 0

Indonesia

Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 19 Triliun

Kepolisian Republik Indonesia mengusulkan tambahan anggaran untuk program kerja di tahun 2021 sebesar sebesar Rp 19,6 triliun

Selasa, 15/09/2020 13:43 0

Video News

Diisukan Gangguan Jiwa, Penusuk Syekh Ali Jaber Ternyata Punya Akun Media Sosial

Penusuk Syekh Ali Jaber, diisukan mengalami gangguan jiwa selama empat tahun.

Selasa, 15/09/2020 13:29 0

Indonesia

HNW: Kita Perlu UU Perlindungan Tokoh Agama

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid prihatin dengan kembali terulangnya penganiyaan yang menimpa Syaikh Ali Jaber.

Selasa, 15/09/2020 12:52 0

Indonesia

Penusukan Syekh Jaber, Menag Minta Masyarakat Tetap Tenang

Menteri Agama Fachrul Razi mengecam tindakan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber saat berdakwah di Lampung

Senin, 14/09/2020 22:35 1

Indonesia

Penusuk Syekh Ali Jaber Ditetapkan Tersangka

Polisi telah menetapkan Alpin Adrian, pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber sebagai tersangka

Senin, 14/09/2020 11:52 0

Close
CLOSE
CLOSE