... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Saksi Ungkap Fakta Menarik

Foto: Yusuf Mansur (sumber: redaksiindonesia)

Oleh: HM Joesoef (Wartawan Senior)

KIBLAT.NET – Hari Selasa (15/09/2020) kemarin, sidang perdata yang menggugat Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur, kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten. Kali ini, pihak penggugat mengajukan dua orang saksi yang mengetahui benar bahwa Yusuf Mansur pernah mengembalikan sejumlah uang kepada seorang investor Condotel Moya Vidi.

Pera saksi dari pihak Penggugat Yusuf Mansur (Foto: Thayyibah/Depri)

Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima orang investor yang terkait dengan patungan usaha untuk investasi hotel Siti di Tangerang, Banten, dan Condotel Moya Vidi di Jogyakarta. Fajar Haidar Rafly, warga Surabaya, bersama empat investor lainnya menggugat karena mereka merasa ada yang tidak beres atas investasi yang pernah ditawarkan oleh tergugat dalam kurun waktu 2012 – 2014.

Yusuf Mansur sendiri, selama ini tidak mengakui bahwa Condotel Moya Vidi ada kaitannya dengan dirinya. Padahal faktanya pada tahun 2012, Yusuf Mansur membuat usaha yang diberi nama Patungan Usaha Hotel dan Apartemen yang terletak di Jalan M Thoha, Tangerang, Banten.

Dalam kapasitasnya sebagai ustadz, Yusuf Mansur menawarkan program investasi Patungan Usaha untuk menarik para jamaahnya bergabung dan berinvestasi dalam program tersebut. Hotel tersebut kini dikenal dengan nama hotel Siti. Di pertengahan 2013, Yusuf Mansur meluncurkan bisnis baru, penyedia jasa transaksi online yang diberi nama Veritra Sentosa Internasional (VSI) yang merupakan cikal bakal PayTren.

BACA JUGA  Memburu Kader "Radikal", Surat Terbuka untuk Menag

Di tengah jalan, VSI bermasalah, para anggota jamak tidak bisa melaksanakan transaksi. Boro-boro melakukan perbaikan di lini usaha yang bermasalah, Yusuf Mansur malah membuka bisnis baru, berupa investasi “Condotel Moya Vidi” pada Februari tahun 2014. Rupanya, pembangunan Condotel Moya Vidi gagal dilaksanakan.

Lalu, pada Januari 2015, tanpa adanya pemberitahuan dan persetujuan para investor, Yusuf Mansur mengeluarkan pengumuman melalui laman website Koperasi Indonesia Berjamaah bahwa dana investasi mereka yang ditanamkan pada proyek Condotel Moya Vidi telah dialihkan ke hotel Siti di Tangerang, Banten. Jika selama ini Yusuf Mansur mengelak bahwa dirinya tidak terlibat dalam penggalangan dan investasi Condotel Moya Vidi, maka pengalihan investasi tersebut ke hotel Siti telah mengkonfirmasi bahwa dirinya terlibat secara langsung.

Untuk memperkuat fakta tersebut, dalam persidangan hari Selasa kemarin, dihadirkan dua orang saksi. Yakni, Sudarso Arief Bakuama selaku orang yang diberi kuasa oleh investor, dan Bambang Pratama selaku kuasa hukum dari Darmansyah.

Darmansyah, warga Surabaya, adalah salah seorang investor untuk pembangunan Condotel Moya Vidi. Awalnya, pada 26 Agustus 2016, ia memperkarakan dengan melaporkan Yusuf Mansur ke Bareskrim Polri karena diniali telah melakukan wanprestasi atas investasi yang telah ia tanam. Dalam perkembangannya, terjadi perdamaian. Yakni, Yusuf Mansur bersedia mengembalikan uang berikut kerahiman yang dijanjikan kepada Darmansyah.

Perdamaian itu diteken pada 21 Februari 2017 di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat. Waktu itu, investasi dari Darmansyah sebesar Rp 48.600.000 (pada tahun 2014) dikembalikan berikut uang kerahimannya sebesar Rp 78.600.000.

BACA JUGA  Kiblatorial: Manuver Ciptaker Sasar Pesantren

Sebelum meneken perdamaian, Darmansyah minta syarat. Yakni, ia mau menerima perdamaian tetapi semua investor yang meminta uangnya kembali hendaknya dikembalikan. Hal tersebut disetujui oleh Yusuf Mansur.

Tetapi, faktanya, para investor Condotel Moya Vidi yang menuntut haknya dipersulit dan uangnya tidak kembali, sampai mereka menggugat perdata ke Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

Baik Sudarso maupun Bambang, sebagai saksi, keduanya membenarkan bahwa Yusuf Mansur adalah orang yang ikut mempromosikan Condotel Moya Vidi.

Persidangan masih berlanjut. Ketua Majelis Hakim, R Adji Suryo, akan membuka kembali persidangan pada hari Selasa (22/09/2020) dengan agenda kesaksian para saksi dari pihak penggugat.

NB: Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Thayyibah.com pada Rabu 16 September 2020 dengan judul “Condotel Moya Vidi, Kesaksian Para Saksi”.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komisi III DPR: Preman untuk Pendisiplinan Protokol Kesehatan Bisa Repot

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi berharap pengerahan

Rabu, 16/09/2020 15:24 0

Indonesia

Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 19 Triliun

Kepolisian Republik Indonesia mengusulkan tambahan anggaran untuk program kerja di tahun 2021 sebesar sebesar Rp 19,6 triliun

Selasa, 15/09/2020 13:43 0

Video News

Diisukan Gangguan Jiwa, Penusuk Syekh Ali Jaber Ternyata Punya Akun Media Sosial

Penusuk Syekh Ali Jaber, diisukan mengalami gangguan jiwa selama empat tahun.

Selasa, 15/09/2020 13:29 0

Indonesia

HNW: Kita Perlu UU Perlindungan Tokoh Agama

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid prihatin dengan kembali terulangnya penganiyaan yang menimpa Syaikh Ali Jaber.

Selasa, 15/09/2020 12:52 0

Indonesia

Penusukan Syekh Jaber, Menag Minta Masyarakat Tetap Tenang

Menteri Agama Fachrul Razi mengecam tindakan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber saat berdakwah di Lampung

Senin, 14/09/2020 22:35 0

News

Marak Penistaan Syiar Islam, IUMS: Mana Suara Kelompok Pembela Kebebasan

Persatuan Internasional Cendekiawan Muslim (IUMS) mengecam keras pembakaran Al-Quran di Swedia.

Senin, 14/09/2020 19:09 1

Palestina

Tiga Cara Israel Hapus Syiar Bangunan Islam di Palestina

Dalam laporan yang panjang, kelompok itu mengungkapkan bahwa banyak situs Islam tersebar di Israel dan wilayah pendudukan, yang dinamai menurut nama nabi dan ulama.

Senin, 14/09/2020 18:36 0

Timur Tengah

Didukung Oman, Bahrain Ikuti UEA Normalisasi Hubungan dengan Israel

"Kesultanan menyambut baik inisiatif yang diambil oleh saudara kerajaan Bahrain," kata saluran itu di akun Twitter-nya.

Senin, 14/09/2020 18:31 0

Indonesia

Penusuk Syekh Ali Jaber Ditetapkan Tersangka

Polisi telah menetapkan Alpin Adrian, pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber sebagai tersangka

Senin, 14/09/2020 11:52 0

Opini

Soal “Good Looking”, Menag Sebaiknya Bertaubat

Menteri agama baru-baru ini kembali mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan polemik. Yaitu pernyataanya bahwa para hafizh Al-Qur'an dan orang-orang good looking berpotensi menjadi pintu masuk radikalisme.

Senin, 14/09/2020 11:41 0

Close