Polisi Diminta Tak Buru-buru Vonis Gila Penusuk Syekh Jaber

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengimbau kepada Polisi untuk tak buru-buru menetapkan gila ke penusuk Syekh Ali Jaber. Menurutnya, asumsi yang demikian harus didukung dengan fakta.

“Harus ada satu bukti bahwa gilanya itu memang dibenarkan secara medis. Dan apa yang dilakuakan itu di luar kesadaran dia, bukan karena pura-pura gila atau gila tapi disuruh oleh orang lain. Ini tugas penting Polisi untuk mengkontruksikan fakta masalah ini,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (13/09/2020).

“Jadi Polisi tak perlu buru-buru menggunakan pasal 44 KUHP bahwa yang bersangkutan bebas dari pertanggungjawaban hukum karena dianggap gila,” sambungnya.

Menurutnya, cukup aneh jika penusuk Syekh Ali Jaber termasuk orang gila. Sebab, orang gila menurut Suparji tak memiliki tujuan atau motif ketika melakukan tindakan.

“Sehingga kalau dia melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu, dapat diduga bahwa dia dimanfaatkan oleh orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kasus ini bisa disebut sebagai penganiayaan. Bahkan, kata dia, bisa sebagai percobaan pembunuhan.

“Makanya nanti didalami motifnya. Karena ini menggunakan senjata tajam dan melukai Syekh Jaber,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat