Terkait Uighur, Seruan Boikot Film Mulan Menggema

KIBLAT.NET, Beijing – Protes dan seruan untuk memboikot film baru Disney, Mulan menyebar di Twitter setelah terungkap bahwa adegan dalam film itu diambil di beberapa wilayah China yang dijadikan tempat kekerasan terhadap Muslim Uighur.

Aktivis HAM, organisasi non-pemerintah dan para jurnalis mengidentifikasi 500 lokasi kamp konsentrasi di Xinjiang menggunakan kombinasi foto satelit dan laporan saksi mata.

Seruan boikot mulai menggema awal pekan ini, ketika beberapa pengguna medsos melihat ucapan di akhir film. Disematkan ucapan terima kasih kepada lembaga keamanan pemerintah di provinsi Xinjiang, tempat satu juta lebih Muslim Uighur ditahan.

“Mulan secara khusus berterima kasih kepada departemen publisitas komite daerah otonom BPK Xinjiang Uighur atas kreditnya. Anda tahu, tempat terjadinya genosida budaya,” tulis Jeanette Ng, seorang novelis di Twitter. “Mereka melakukan syuting secara eksklusif di Xinjiang, yang dalam subtitle disebut China Barat Laut.”

Muslim Xinjiang telah hidup selama bertahun-tahun di bawah pengawasan dan penindasan yang semakin meluas di wilayah tersebut.

Film Mulan dijadwalkan tayang pada Maret 2020. Namun ditunda karena pandemi corono. Ketika diwawancarai Architectural Digest, pembuat film Grant Major mengungkapkan bahwa timnya menghabiskan waktu berbulan-bulan di dalam wilayah atau sekitar provinsi Xinjiang.

Film ini juga mendapat kecaman dan seruan boikot dari para pendukung demonstran Hong Kong, setelah aktor utama Liu Yi Fei secara terbuka mendukung aksi represif polisi terhadap para demonstran.

BACA JUGA  Akhirnya, "Republik China" Dihapus dari Sampul Paspor Taiwan

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat