Covid-19 Mengintai Pengungsi Rohingya: Hak Kesehatan Harus Dipenuhi

KIBLAT.NET, Lhokseumawe – Pada tanggal 8 September 2020 malam, seorang pengungi Rohingya berjenis kelamin perempuan bernama Nur Khalimah (21) meninggal dunia di Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Dikutip dari laporan Amnesty International Indonesia, korban adalah bagian dari 297 pengungsi yang berlabuh di Pantai Ujong Blang hari Senin lalu dan meninggal akibat sesak nafas. Korban sempat dibawa ke rumah sakit dan keadaannya membaik sehingga ia dikembalikan ke BLK, tempat ratusan pengungsi lainnya berada.

Sebanyak 102 laki-laki, 181 perempuan dan 14 anak-anak berada dalam kapal yang menepi di Lhokseumawe pada 7 September 2020. Mereka telah melalui perjalanan laut selama 7 bulan. Selama itu, sekitar 30 orang dari rombongan mereka telah meninggal dunia dan jenazahnya dibuang ke laut.

Sekelompok pengungsi Rohingya saat penguburan seorang pengungsi yang meninggal dunia pada 8 September 2020. (Foto: AII/Geutanyeo Foundation)

Menanggapi kematian tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan bahwa insiden ini menambah daftar panjang penderitaan yang dialami pengungsi Rohingya.

“Selain persekusi di kampung halaman, kelaparan selama perjalanan laut, kini mereka harus mengalami ancaman kematian akibat penyakit serius, termasuk Covid-19,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (10/09/2020).

Amnesty pun mendesak pemerintah pusat untuk mendukung langsung pemerintah lokal dalam membantu para pengungsi Rohingya, terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makanan dan layanan kesehatan.

BACA JUGA  Sistem Demokrasi Liberal Bikin Hoaks Makin Marak

“Di tengah kondisi pandemi, mereka yang baru saja datang di pantai Aceh juga harus mendapatkan tes kesehatan untuk mengetahui jejak virus Covid-19,” tuturnya.

Usman juga menyinggung tentang Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-53 pekan ini.

“Yang paling penting, bersamaan dengan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-53 pekan ini, Pemerintah Indonesia juga harus segera memulai dialog kawasan untuk membahas nasib pengungsi Rohingya. Keselamatan dan masa depan mereka benar-benar ada di tangan para pemimpin kawasan,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat