... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bukan Bakar Bendera PDIP Tapi Bendera PKI, Zirly Dilepas Polisi

Foto: Zirly bersama tim PUSHAMI

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Zirly dari PUSHAMI, Aziz Yanuar mengungkapkan bahwa kliennya sudah bisa pulang. Zirly sebelumnya diperiksa soal pembakaran bendera PDI-P.

“Alhamdulillah Zirly yang tadi malam ditangkap dan dibawa polisi dari Polda Metro Jaya terkait pembakaran PDIP di depan DPR RI beberapa waktu lalu malam ini dapat pulang ke rumah dengan sehat wal afiat,” kata Aziz kepada Kiblat.net melalui siaran persnya, Rabu (09/09/2020).

Zirly akhirnya pulang ke rumah dan keluar dari direskrimum Polda Metro Jaya bersama tim PUSHAMI setelah hampir 15 jam pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa Zirly tak membakar bendera PDI tapi membakar bendera PKI.

“Dia ini kan membakar bendera PKI kok malah dibawa. Jadi bukan pembakar bendera PDI, akhirnya lepas,” tuturnya.

Zirly ditangkap pihak Kepolisian pada Selasa malam kemarin. Saat penangkapan, Polisi yang berpakaian preman menanyakan kepada Zirly soal pembakaran bendera PDIP.

“Akan tetapi klien kami tak mengetahui. Namun saat itu tetap dibawa ke Polda Metro Jaya dari Karawang,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Selain Abdullah Basfar, Saudi Dilaporkan Tangkap Syaikh Saud Al-Funaisan

Syaikh ditangkap pada bulan Agustus, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana dan di mana dia ditangkap.

Rabu, 09/09/2020 11:10 0

Myanmar

Pengakuan Tentara Myanmar: Kami Diperintah Membunuh Muslim Rohingya

Menurut Fortify Rights, prajurit Myo Win Tun (33) dan Zaw Naing Tun (30) bertugas di batalion infanteri ringan yang terpisah.

Rabu, 09/09/2020 10:51 0

Suara Pembaca

Puan Berucap, Dukungan Pun Menguap

Ketika PDIP selalu kalah di Sumatera Barat.

Selasa, 08/09/2020 16:25 0

India

Dokter Khan, Kritik yang Membuatnya Dijebloskan ke Tahanan

Seorang dokter India yang dipenjara selama lebih dari tujuh bulan karena mengkritik undang-undang kewarganegaraan anti-Muslim dibebaskan pada Selasa malam.

Selasa, 08/09/2020 14:30 0

China

Xi Jinping: China Lulus dalam Ujian Virus Corona

Xi membagikan medali emas kepada empat "pahlawan" dari bidang medis di depan ratusan delegasi yang disambut tepuk tangan.

Selasa, 08/09/2020 14:16 0

Palestina

Pemimpin Hamas dan Syiah Hizbullah Bertemu, Ini yang Dibahas

Pemimpin gerakan Hizbullah Lebanon dan kelompok Hamas Palestina bertemu untuk membahas perkembangan politik dan militer di Palestina, termasuk proyek normalisasi Israel.

Senin, 07/09/2020 13:30 0

Palestina

Menengok Pusat Karantina Pasien Menular Era Utsmaniyah di Palestina

Pusat yang disebut "Tahaffuzhane" yang berarti pusat karantina adalah bangunan bersejarah yang masih menyediakan ruang perawatan dan ruang pemulihan yang disiapkan dengan cermat.

Senin, 07/09/2020 13:13 0

Arab Saudi

Arab Saudi Kembangkan Aplikasi Chating Pengganti WhatsApp

Tim insinyur dan peneliti Saudi di Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi (KACST) sedang mengerjakan proyek ini.

Senin, 07/09/2020 12:39 0

Arab Saudi

Raja Salman ke Trump: Tak Ada Normalisasi Tanpa Negara Palestina

Keduanya berbicara melalui telepon menyusul perjanjian bersejarah yang ditengahi AS bulan lalu, di mana Uni Emirat Arab setuju untuk menjadi negara Arab ketiga yang menormalkan hubungan dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

Senin, 07/09/2020 12:23 0

Yaman

Aksi Protes Menentang Hutsi Meluas di Yaman

Para pengunjuk rasa menganggap Hutsi memanipulasi keputusan yang dikeluarkan terhadap warga untuk mendukung agenda mereka yang didukung Iran.

Ahad, 06/09/2020 11:06 0

Close