... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Angka Positif Covid Tembus 200 Ribu, Bukhori Yusuf: Akibat Penanganan Absurd

Foto: Politisi PKS, Bukhori Yusuf.

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf menyatakan penanganan pemerintah terhadap pandemi absurd dan tidak jelas. Pasalnya, model kebijakan yang diselenggarakan oleh pemerintah selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek penyelamatan ekonomi sehingga mengesampingkan aspek kesehatan yang merupakan akar masalah dari situasi krisis ini.

“Terus terang, kita mendapat banyak keluhan dari masyarakat perihal Covid-19 ini. Penanganan dari negara tidak jelas, misalnya terkait keluhan warga terkait akses tes swab gratis. Informasi ini yang perlu diluruskan oleh jubir pemerintah dan disosialisasikan secara masif. Lagipula, kami sangat mendorong agar tes tersebut bisa diselenggarakan secara gratis sehingga bisa diakses oleh masyarakat yang tidak mampu. Atau seminimal mungkin, pemerintah harus segera tetapkan batas maksimal tarif tes swab dalam waktu dekat supaya tertib,” ungkap Bukhori ketika Rapat Dengar Pendapat bersama BNPB di Gedung DPR/MPR di Jakarta, Rabu (09/09/2020)

Per 8 September 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menyentuh angka 200 ribu sejak terkonfirmasinya 2 kasus pertama di Indonesia pada Maret 2020. Kejadian ini membuat sejumlah negara menutup pintu masuk bagi WNI dan memberlakukan larangan bepergian ke Indonesia.

Lebih lanjut, politisi PKS ini mempertanyakan alasan tidak dimasukannya Kabupaten/Kota Semarang, Kendal, dan Salatiga dalam program Ketahanan Bencana BNPB, khususnya terkait program Budaya Sadar Bencana.

Menurutnya, daerah tersebut merupakan wilayah rawan bencana mengingat secara geografis berada di wilayah dengan postur perbukitan. Selain itu, ia juga meminta agar provinsi Jawa Tengah turut dimasukan dalam program Ketahanan Bencana, khususnya terkait Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana dan Keposkoan.

BACA JUGA  MUI Resmi Tolak Sertifikasi Dai Kemenag

“Daerah-daerah yang potensial terhadap terjadinya bencana, saya kira sangat layak dibangkitkan masyarakatnya untuk sadar terhadap bencana. Ketika kesadaran terhadap bencana sudah terbangun, logistik tersedia, maka tinggal bagaimana para relawan bencana bisa ditingkatkan kapasitasnya sehingga lebih tanggap untuk merespon bencana,” pungkasnya.

Menurut keterangan Kepala BPBD Jateng, sepanjang awal tahun 2020 telah terjadi ratusan bencana di Jawa Tengah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 18 miliar. Bencana banjir, longsor, kebakaran, dan puting beliung menempati posisi empat teratas bencana alam yang kerap menghantam provinsi tersebut. Bahkan, Kota Semarang menjadi kota di Jawa Tengah yang paling banyak mengalami kejadian tanah longsor, yakni 21 kejadian sepanjang tahun 2020.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Selain Abdullah Basfar, Saudi Dilaporkan Tangkap Syaikh Saud Al-Funaisan

Syaikh ditangkap pada bulan Agustus, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana dan di mana dia ditangkap.

Rabu, 09/09/2020 11:10 0

Myanmar

Pengakuan Tentara Myanmar: Kami Diperintah Membunuh Muslim Rohingya

Menurut Fortify Rights, prajurit Myo Win Tun (33) dan Zaw Naing Tun (30) bertugas di batalion infanteri ringan yang terpisah.

Rabu, 09/09/2020 10:51 0

Suara Pembaca

Puan Berucap, Dukungan Pun Menguap

Ketika PDIP selalu kalah di Sumatera Barat.

Selasa, 08/09/2020 16:25 0

India

Dokter Khan, Kritik yang Membuatnya Dijebloskan ke Tahanan

Seorang dokter India yang dipenjara selama lebih dari tujuh bulan karena mengkritik undang-undang kewarganegaraan anti-Muslim dibebaskan pada Selasa malam.

Selasa, 08/09/2020 14:30 0

China

Xi Jinping: China Lulus dalam Ujian Virus Corona

Xi membagikan medali emas kepada empat "pahlawan" dari bidang medis di depan ratusan delegasi yang disambut tepuk tangan.

Selasa, 08/09/2020 14:16 0

Palestina

Pemimpin Hamas dan Syiah Hizbullah Bertemu, Ini yang Dibahas

Pemimpin gerakan Hizbullah Lebanon dan kelompok Hamas Palestina bertemu untuk membahas perkembangan politik dan militer di Palestina, termasuk proyek normalisasi Israel.

Senin, 07/09/2020 13:30 0

Palestina

Menengok Pusat Karantina Pasien Menular Era Utsmaniyah di Palestina

Pusat yang disebut "Tahaffuzhane" yang berarti pusat karantina adalah bangunan bersejarah yang masih menyediakan ruang perawatan dan ruang pemulihan yang disiapkan dengan cermat.

Senin, 07/09/2020 13:13 0

Arab Saudi

Arab Saudi Kembangkan Aplikasi Chating Pengganti WhatsApp

Tim insinyur dan peneliti Saudi di Kota Raja Abdul Aziz untuk Sains dan Teknologi (KACST) sedang mengerjakan proyek ini.

Senin, 07/09/2020 12:39 0

Arab Saudi

Raja Salman ke Trump: Tak Ada Normalisasi Tanpa Negara Palestina

Keduanya berbicara melalui telepon menyusul perjanjian bersejarah yang ditengahi AS bulan lalu, di mana Uni Emirat Arab setuju untuk menjadi negara Arab ketiga yang menormalkan hubungan dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

Senin, 07/09/2020 12:23 0

Yaman

Aksi Protes Menentang Hutsi Meluas di Yaman

Para pengunjuk rasa menganggap Hutsi memanipulasi keputusan yang dikeluarkan terhadap warga untuk mendukung agenda mereka yang didukung Iran.

Ahad, 06/09/2020 11:06 0

Close