Raja Salman ke Trump: Tak Ada Normalisasi Tanpa Negara Palestina

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa tidak akan ada normalisasi dengan Israel tanpa negara Palestina. Demikian laporan Reuters melaporkan, mengutip kantor berita Kerajaan, Ahad (06/09/2020).

Keduanya berbicara melalui telepon menyusul perjanjian bersejarah yang ditengahi AS bulan lalu, di mana Uni Emirat Arab setuju untuk menjadi negara Arab ketiga yang menormalkan hubungan dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

Raja Salman menghargai upaya AS untuk mendukung perdamaian. “Arab Saudi ingin melihat solusi yang adil dan permanen untuk masalah Palestina berdasarkan Prakarsa Perdamaian Arab yang diusulkan oleh kerajaan pada tahun 2002,” ujarnya.

Arab Saudi bersikeras bahwa Israel menerima Prakarsa Perdamaian Saudi tahun 2002, yang menetapkan bahwa 22 negara Arab akan menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai imbalan atas penarikan Israel dari Yudea dan Samaria.

Israel sampai saat ini menolak proposal Saudi tahun 2002 itu karena adanya “hak untuk kembali” bagi jutaan keturunan Arab yang melarikan diri dari pra-negara Israel. Artinya, secara efektif mengakhiri negara Yahudi.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengharapkan Arab Saudi untuk bergabung dengan kesepakatan Israel-UEA. Seorang anggota senior keluarga kerajaan Saudi kemudian menekankan bahwa harga Arab Saudi untuk menormalkan hubungan dengan Israel adalah pembentukan negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi ada desas-desus dalam beberapa tahun terakhir tentang pemulihan hubungan antara kedua negara. Pejabat Saudi membantah laporan itu.

Sementara Arab Saudi tidak mengakui Israel, pekan lalu kerajaan mengatakan akan mengizinkan penerbangan antara UEA dan Israel, termasuk oleh pesawat Israel, untuk menggunakan wilayah udaranya.

Sumber: Reuters
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat