... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menengok Pusat Karantina Pasien Menular Era Utsmaniyah di Palestina

Foto: Foto Tahaffuzhane dari jauh, Hebron, Tepi Barat bagian selatan, 3 September 2020. (AA PHOTO)

KIBLAT.NET, Hebron – Pusat karantina yang didirikan di kota Tepi Barat Hebron (al-Khalil) selama masih Utsmaniyah masih terus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Berfungsi sebagai poliklinik, bangunan itu berdiri pada tahun 1848 pada masa pemerintahan Sultan Abdul Majid, putra Mahmud II.

Pusat yang disebut “Tahaffuzhane” yang berarti pusat karantina adalah bangunan bersejarah yang masih menyediakan ruang perawatan dan ruang pemulihan yang disiapkan dengan cermat.

Talib Gibran, seorang pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Artefak Sejarah Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bangunan ini penting pada periode Utsmaniyah. Gibran menyatakan bahwa bangunan persegi itu memiliki halaman dan ruangan untuk kegunaan yang berbeda.

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency (AA), profesor Shawkat Hejja dari Fakultas Sejarah Universitas Hebron, juga mencatat ada prasasti di pintu utama gedung yang menyatakan bahwa gedung itu dibangun pada 1848 pada masa pemerintahan Sultan Abdul Majid.

Bangunan itu khas di era Utsmaniyah dengan fitur interior dan eksteriornya. Hejja menyatakan, “Fasilitas semacam itu dibangun untuk memerangi epidemi di Eropa dan di wilayah Arab. Namun, bangunan di Hebron ini dianggap sebagai fasilitas kedua di dunia Arab setelah yang serupa dibangun di Damaskus pada tahun 1834.”

Hejja mengatakan struktur itu awalnya disebut “Tahaffuzhane,” dan di daerah lain dikenal sebagai “Es-Saraya,” yang artinya gedung pemerintahan. Ia menambahkan, kubah dan lengkungan bangunan bersejarah yang dibangun dalam bentuk kastil menjadikan struktur ini unik.

BACA JUGA  Respon Manuver Israel, Hamas-Fatah Berunding di Turki

Menurut Hejja, dahulu bangunan itu digunakan sebagai pusat karantina dan gedung pemerintahan. Bangunan, yang diubah menjadi pusat perawatan kesehatan selama periode penjajahan Inggris sekitar seratus tahun yang lalu, terus berfungsi dengan banyak fasilitas hingga saat ini.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kemenag: Tak Ada Konsekuensi Bagi Penceramah Tidak Bersertifikat

Kementerian Agama dalam waktu dekat akan menyelenggarakan program penceramah bersertifikat

Senin, 07/09/2020 10:15 0

Feature

Belajar Mencintai Anak Yatim dari Punk Tebet

Delapan anak punk terlihat duduk melingkar di bawah fly over Tebet, Jakarta Selatan.

Sabtu, 05/09/2020 12:22 0

Kiblatorial

Kiblatorial: Manuver Ciptaker Sasar Pesantren

Siapa sangka, RUU Ciptaker juga mengancam eksistensi pesantren.

Sabtu, 05/09/2020 09:01 0

Indonesia

Heboh Soal “Good Looking”, Kemenag: Itu Hanya Ilustrasi

Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan pandangannya tentang pentingnya mewaspadai paham ekstrem keagamaan

Jum'at, 04/09/2020 21:54 0

Indonesia

PKS Heran Menag Kerap Mendiskreditkan Umat Islam

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memprotes keras pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi

Jum'at, 04/09/2020 21:47 0

Indonesia

HNW: Menag Jangan Phobia dengan Penghafal Al Quran

Wakil MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyayangkan Menteri Agama yang menggambarkan phobia kepada Hafidh

Jum'at, 04/09/2020 17:12 0

Opini

Penjara Bagi Pemilik Pesantren Jelas Aneh bin Nyleneh

Melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja, pemerintah mewajibkan semua satuan pendidikan baik formal maupun nonformal wajib berizin.

Jum'at, 04/09/2020 16:04 0

Indonesia

Al Quran Dibakar di Swedia, Menlu Retno: Tidak Bertanggung Jawab & Provokatif

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark, serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo di Prancis yang dianggap sebagai penistaan berbasis agama.

Jum'at, 04/09/2020 15:04 0

Analisis

Gejolak Politik Suriah: Kemesraan Assad-Alawi Segera Berlalu?

Kepemimpinan dan kekuasaan Bashar Assad di Suriah tentu tak lepas dari dukungan komunitas Alawi. Namun, perkembangan terkini menimbulkan tanda-tanda kekhawatiran bahwa kemesraan Assad-Alawi akan segera berlalu.

Jum'at, 04/09/2020 14:23 0

Indonesia

Satgas Covid-19: Kasus Aktif Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito di Istana Kepresidenan, Rabu (02/09/2020) menjabarkan bahwa grafik persentase kasus aktif sejak Maret hingga Agustus mengalami kecenderungan menurun.

Kamis, 03/09/2020 17:35 0

Close
CLOSE
CLOSE