... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenag: Tak Ada Konsekuensi Bagi Penceramah Tidak Bersertifikat

Foto: Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamarudin Amin

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Agama dalam waktu dekat akan menyelenggarakan program penceramah bersertifikat. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan bahwa program ini bukanlah sertifikasi profesi.

“Penceramah bersertifikat ini bukan sertifikasi profesi, seperti sertifikasi dosen dan guru. Kalau guru dan dosen itu sertifikasi profesi sehingga jika mereka sudah tersertifikasi maka harus dibayar sesuai standar yang ditetapkan,” jelasnya di Jakarta, Senin (07/09).

“Kalau penceramah bersertifikat, ini sebenarnya kegiatan biasa saja untuk meningkatkan kapasitas penceramah. Setelah mengikuti kegiatan, diberi sertifikat,” sambungnya.

Penceramah Sertifikat, kata Kamaruddin, seperti program peningkatan kapasitas penyuluh agama dan penghulu yang dilalukan Dirjen Bimas Islam. Saat ini tercatat ada sekitar 50 ribu penyuluh dan 10 ribu penghulu di Indonesia. Untuk mengoptimalkan layanan, mereka secara bertahap ditingkatkan kapasitasnya di bidang literasi tentang zakat, wakaf, moderasi beragama. Setelah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas, mereka mendapatkan sertifikat.

“Jadi ini sertifikasi biasa yang tidak berkonsekuensi apa-apa. Jadi bukan sertifikasi profesi sehingga ini tidak berkonsekuensi wajib atau tidak. Bukan berarti yang tidak bersertifikat tidak boleh berceramah; atau yang boleh berceramah hanya yang bersertifikat. Sama sekali tidak begitu,” tegas Kamaruddin.

“Ini hanya kegiatan biasa yang ingin memberikan afirmasi kepada penceramah kita, ingin memperluas wawasan mereka tentang agama dan ideologi bangsa. Jadi ini bukan sertifikasi, tapi penceramah bersertifikat,” lanjutnya.

BACA JUGA  Mendagri: Kita Optimis Pilkada Serentak Tekan Penyebaran Covid-19

Kamaruddin menambahkan, penceramah bersertifikat berlaku untuk penceramah semua agama. Namun, program ini tidak bersifat wajib atau mengikat. Dalam pelaksaannya, Kemenag berperan sebagai fasilitator dan koordinator.

Program ini juga akan melibatkan sejumlah lembaga lain, antara lain Lemhanas, BNPT, BPIP, serta ormas dan majelis agama. Menurut Kamaruddin, Lemhanas memiliki otoritas untuk menjelaskan dan memberi penguatan wawasan penceramah tentang ketahanan negara.

Sementara BPIP akan memperkaya perspektif tentang Pancasila sebagai dasar negara. Sedangkan BNPT akan menjelaskan dinamika yang terjadi di kancah global maupun nasional tentang potensi destruktif terhadap perkembangan agama di Indonesia.

“Untuk Bimas Islam, target tahun ini 8.200 penceramah. Kemenag mengajak MUI bisa ikut memberikan materi,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Aksi Protes Menentang Hutsi Meluas di Yaman

Para pengunjuk rasa menganggap Hutsi memanipulasi keputusan yang dikeluarkan terhadap warga untuk mendukung agenda mereka yang didukung Iran.

Ahad, 06/09/2020 11:06 0

News

Kena Denda Gegara Jual Semangka Pakai Mobil Lambhorgini

Beredar di media sosial adegan dan gambar yang menunjukkan seorang pemuda Iran menjual semangka dengan mobil mewah Lamborghini.

Ahad, 06/09/2020 11:02 0

India

India Tak Henti-hentinya Langgar Hak Kemanusiaan Warga Kashmir

Organisasi hak asasi manusia internasional Human Rights Watch (HRW) mengungkapkan bahwa India terus melakukan pelanggaran terhadap hak-hak warga Kashmir.

Ahad, 06/09/2020 10:53 0

Feature

Belajar Mencintai Anak Yatim dari Punk Tebet

Delapan anak punk terlihat duduk melingkar di bawah fly over Tebet, Jakarta Selatan.

Sabtu, 05/09/2020 12:22 0

Kiblatorial

Kiblatorial: Manuver Ciptaker Sasar Pesantren

Siapa sangka, RUU Ciptaker juga mengancam eksistensi pesantren.

Sabtu, 05/09/2020 09:01 0

Opini

Penjara Bagi Pemilik Pesantren Jelas Aneh bin Nyleneh

Melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja, pemerintah mewajibkan semua satuan pendidikan baik formal maupun nonformal wajib berizin.

Jum'at, 04/09/2020 16:04 0

Analisis

Gejolak Politik Suriah: Kemesraan Assad-Alawi Segera Berlalu?

Kepemimpinan dan kekuasaan Bashar Assad di Suriah tentu tak lepas dari dukungan komunitas Alawi. Namun, perkembangan terkini menimbulkan tanda-tanda kekhawatiran bahwa kemesraan Assad-Alawi akan segera berlalu.

Jum'at, 04/09/2020 14:23 0

Timur Tengah

Resmi, Uni Emirat Arab Akhiri Boikot Israel

"Keputusan ini muncul sebagai upaya UEA untuk memperluas kerja sama diplomatik dan komersial dengan Israel," lapor WAM.

Jum'at, 04/09/2020 10:16 0

Wilayah Lain

Protes terhadap Pemerintah Berujung Ricuh di Bulgaria

Kepala polisi Sofia Georgi Hadjiiski mengatakan pada hari Kamis bahwa 80 petugas polisi terluka dan 126 orang ditahan. Termasuk 62 orang memiliki catatan kriminal.

Jum'at, 04/09/2020 10:11 0

Prancis

Charlie Hebdo Kerap Diminta Bikin Karikatur soal Nabi Muhammad

Tim editorial Charlie Hebdo menulis bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerbitkan ulang kartun, yaitu saat sidang dibuka.

Kamis, 03/09/2020 15:38 0

Close
CLOSE
CLOSE