Aksi Protes Menentang Hutsi Meluas di Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Warga Yaman dari berbagai lapisan masyarakat di daerah kekuasaan Hutsi telah bersatu dan mengorganisir unjuk rasa untuk memprotes tindakan penjarahan, penindasan, dan korupsi oleh pemberontak Syiah itu.

Para pengunjuk rasa menganggap Hutsi memanipulasi keputusan yang dikeluarkan terhadap warga untuk mendukung agenda mereka yang didukung Iran.

Sumber informasi di ibu kota Sanaa mengonfirmasi bahwa protes anti-Hutsi telah meningkat dan meluas di beberapa wilayah.

Pada bulan Agustus, terjadi gelombang protes di Sanaa dan gubernur Ibb, Dhamar, Sanaa, Taiz, Hajjah, Al-Bayda, dan Rayma yang dipicu oleh memburuknya kondisi kehidupan, penyebaran korupsi, dan meningkatnya tingkat kejahatan.

Penculikan, penyiksaan, pembunuhan dan penjarahan telah menjadi hal biasa di wilayah yang dikuasai Hutsi.

Sumber-sumber tersebut mendokumentasikan lebih dari 65 protes yang menentang kebijakan dan kejahatan milisi Houthi, selama Agustus.

Dalam salah satu akun yang terdokumentasi, karyawan dan dokter dari rumah sakit terbesar di Sanaa mengecam penangguhan pembayaran gaji mereka delapan bulan lalu.

Para pengunjuk rasa berkeliaran di sejumlah jalan di sekitar Rumah Sakit Umum Al-Thawra, dari gerbang utama, menuntut hak-hak mereka dan mengecam penjarahan sistematis pendapatan rumah sakit dan perusakan asetnya.

Dalam catatan lain, Asosiasi Ibu Menentang Penculikan mengatur dua protes yang terjadi di Sanaa dan Ibb.

Laporan lokal juga mengonfirmasi sebelumnya bahwa telah terjadi gelombang protes di daerah-daerah yang dikuasai Hutsi selama beberapa tahun terakhir karena beberapa alasan, beberapa di antaranya terkait dengan memburuknya kondisi kehidupan, dan upaya milisi untuk menerapkan kebijakan pengucilan, penjarahan gaji, dan lainnya.

BACA JUGA  Setahun Terakhir, Israel Hancurkan 1.196 Rumah Warga Palestina

Tiga hari lalu, sekelompok warga di gubernur Ibb berbaris dengan berjalan kaki, meminta otoritas lokal milisi Houthi untuk menemukan pembunuh seorang anak laki-laki Yaman, Raad al-Zandani, dan saudara perempuannya, Hanadi.

Para demonstran menggelar aksi unjuk rasa di luar gedung Kejaksaan, menuntut agar para pelakunya segera dibawa ke pengadilan dan dijatuhkan hukuman yang berat kepada mereka.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat