... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Penjara Bagi Pemilik Pesantren Jelas Aneh bin Nyleneh

Foto: ilustrasi (sumber: katakini)

Oleh: Taufiq Ishaq

KIBLAT.NET – Melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja, pemerintah mewajibkan semua satuan pendidikan baik formal maupun nonformal wajib berizin. Hal ini dituangkan dalam pasal 62 RUU Cipta Kerja yang sekarang sedang dikebut DPR RI dan Pemerintah.

“Penyelenggara satuan pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib memenuhi Perizinan Berusaha dari pemerintah pusat,” demikian bunyi pasal 62 ayat 1.

Yang membuat resah adalah adanya sanksi pidana bagi penyelenggara satuan pendidikan tak berizin. Tak main-main, hukuman maksimal bisa sepuluh tahun penjara atau denda paling banyak mencapai satu miliar rupiah.

Sanksi yang dicantumkan dalam pasal 71 ini pun membuat kekhawatiran tersendiri bagi umat Islam. Sebab, Pesantren yang notabene pendidikan nonformal pun ikut terancam. Terlebih pesantren yang terletak di pelosok nusantara. Dibebani kewajiban izin saja mereka bisa jadi kewalahan, apalagi dihantui hukuman penjara.

Pemberian sanksi penjara untuk sesuatu yang bersifat administratif jelas tak bisa diterima akal sehat. Bayangkan jika ke depan orang-orang yang niat awalnya ingin memperbaiki generasi bangsa justru masuk penjara hanya karena soal sepele.

Setelah berpolemik, Menag Fachrul Razi memberikan komentar. Ia menyebut bahwa saat ini sudah ada Undang-undang Pesantren yang berlaku untuk pendirian pesantren. Maka, aturan yang ada di RUU Cipta Kerja jika disahkan tidak digunakan. Fachrul menggunakan dalih asas lex spesialis derogat legi generalis (hukum khusus mengesampingkan hukum umum). Ia menilai RUU Cipta Kerja sebagai hukum umum, dan Undang-undang Pesantren sebagai hukum khusus.

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Barangkali Menag tak mengetahui bahwa tak semua hukum umum otomatis tidak berlaku jika ada hukum khusus. Dalam asas yang disebut Fachrul, ada tiga prinsip yang harus dipenuhi salah satunya yaitu ketentuan yang didapati dalam aturan hukum umum tetap berlaku, kecuali yang diatur khusus dalam aturan hukum khusus tersebut.

Artinya, jika disahkan sanksi pidana masih bisa diterapkan karena dia tidak diatur dalam lex spesialis (UU Pesantren.red). Toh jika saat ini Menag berkata tidak akan ada sanksi pidana, siapa yang bisa menjamin ucapannya besok terbukti? Karena yang melakukan penegakan hukum bukan Kemenag, tapi Kepolisian.

Beruntung pasal dalam RUU mendapat perhatian luas. Oleh sebab itu, DPR RI dan Pemerintah sebaiknya menghapus pasal tersebut dari RUU Cipta Kerja. Karena selain rawan kriminalisasi, akan terjadi konflik norma antara undang-undang pesantren dan aturan itu. Undang-undang yang tujuan awalnya untuk memberikan solusi justru berbalik menjadi masalah baru.

Pesantren jelas memberikan andil besar untuk bangsa ini. Dari berbagai pelosok negeri, banyak ulama-ulama yang lahir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak sepantasnya pemerintah mempersempit ruang gerak kyai yang berusaha mendidik santri supaya menjadi generasi robbani dengan aturan aneh bin nyleneh. Barangkali jika KH. Hasyim Asy’ari masih hidup, beliau menangis melihat ini.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Al Quran Dibakar di Swedia, Menlu Retno: Tidak Bertanggung Jawab & Provokatif

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras pembakaran dan perusakan Al Quran di Swedia dan Denmark, serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo di Prancis yang dianggap sebagai penistaan berbasis agama.

Jum'at, 04/09/2020 15:04 0

Analisis

Gejolak Politik Suriah: Kemesraan Assad-Alawi Segera Berlalu?

Kepemimpinan dan kekuasaan Bashar Assad di Suriah tentu tak lepas dari dukungan komunitas Alawi. Namun, perkembangan terkini menimbulkan tanda-tanda kekhawatiran bahwa kemesraan Assad-Alawi akan segera berlalu.

Jum'at, 04/09/2020 14:23 0

Timur Tengah

Resmi, Uni Emirat Arab Akhiri Boikot Israel

"Keputusan ini muncul sebagai upaya UEA untuk memperluas kerja sama diplomatik dan komersial dengan Israel," lapor WAM.

Jum'at, 04/09/2020 10:16 0

Wilayah Lain

Protes terhadap Pemerintah Berujung Ricuh di Bulgaria

Kepala polisi Sofia Georgi Hadjiiski mengatakan pada hari Kamis bahwa 80 petugas polisi terluka dan 126 orang ditahan. Termasuk 62 orang memiliki catatan kriminal.

Jum'at, 04/09/2020 10:11 0

Indonesia

Satgas Covid-19: Kasus Aktif Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito di Istana Kepresidenan, Rabu (02/09/2020) menjabarkan bahwa grafik persentase kasus aktif sejak Maret hingga Agustus mengalami kecenderungan menurun.

Kamis, 03/09/2020 17:35 0

Prancis

Charlie Hebdo Kerap Diminta Bikin Karikatur soal Nabi Muhammad

Tim editorial Charlie Hebdo menulis bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerbitkan ulang kartun, yaitu saat sidang dibuka.

Kamis, 03/09/2020 15:38 0

Afrika

Klaim Tak Sengaja, Pasukan Prancis Tewaskan Warga Sipil Mali

Insiden itu terjadi sekitar 50 kilometer (31 mil) dari kota Gao di utara Mali.

Kamis, 03/09/2020 14:49 0

Indonesia

Karikatur Nabi Muhammad Bukti Kebencian Charlie Hebdo kepada Islam

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengecam penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad SAW oleh media cetak Prancis Charlie Hebdo

Kamis, 03/09/2020 14:29 0

Amerika

Jelang Pemilihan, Trump Buat Pernyataan “Bela” Muslim

Satu hal yang langka. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (02/09/2020), menyuarakan keprihatinan Muslim Amerika yang mengkritik pembawa acara Joy Reid atas komentar on-airnya tentang Muslim.

Kamis, 03/09/2020 14:28 0

Prancis

Terbitkan Karikatur Nabi, Charlie Hebdo: Kami Tidak Akan Menyerah

Seperti yang ditulis oleh editor Charlie Hebdo, Laurent Sourisseau dalam editorial surat kabar, "Kami tidak akan pernah menyerah."

Kamis, 03/09/2020 11:22 0

Close