... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jelang Pemilihan, Trump Buat Pernyataan “Bela” Muslim

Foto: Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AFP)

KIBLAT.NET, Washington – Satu hal yang langka. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (02/09/2020), menyuarakan keprihatinan Muslim Amerika yang mengkritik pembawa acara Joy Reid atas komentar on-airnya tentang Muslim.

Selama acara MSNBC “The ReidOut” pada hari Senin, Reid mengatakan bahwa para pemimpin Muslim menggunakan retorika ekstremis untuk meradikalisasi pengikut dan mempromosikan kekerasan. Ia kemudian menyarankan agar Trump menggunakan taktik serupa.

“Para pemimpin, katakanlah di dunia Muslim, banyak bicara tentang kekerasan dan mendorong pendukung mereka untuk bersedia melakukan kekerasan, termasuk pada tubuh mereka sendiri, untuk menang melawan siapapun yang mereka putuskan sebagai musuh.”

“Kami di media AS menggambarkan bahwa mereka meradikalisasi orang-orang itu, terutama ketika mereka meradikalisasi kaum muda. Begitulah cara kami berbicara tentang cara Muslim bertindak. Ketika Anda melihat apa yang dilakukan Donald Trump, apakah itu berbeda dari apa yang kami gambarkan sebagai orang yang meradikalisasi?”

Komentar tersebut lantas menuai kecaman dari sejumlah pemimpin dan organisasi Muslim Amerika. Reid didesak untuk meminta maaf.

Kecaman komunitas Muslim ini mendapat dukungan dari Trump di Twitter. Namun pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk kepura-puraan.

Pada hari Rabu, Trump memposting pesan di Twitter yang berbunyi: “Seperti Fredo di Fake News @CNN, Joy Reid yang sangat tidak berbakat harus dipecat karena penggunaan kata-kata ‘Teroris Muslim’ yang mengerikan ini. Xenofobia dan rasisme seperti itu di MSDNC. Orang lain akan pergi, dan cepat.”

BACA JUGA  Tingkat Bunuh Diri Militer AS Naik 20% saat Pandemi Covid-19

“Fredo” adalah nama yang sering digunakan Trump saat merujuk pada jurnalis CNN Chris Cuomo. Dia mulai menggunakannya pada 2019 setelah Cuomo marah ketika seorang anggota masyarakat memanggilnya “Fredo,” mengacu pada anak mafia Vito Corleone dan pengkhianat dalam film Hollywood “The Godfather”. Wartawan itu adalah adik dari Gubernur New York Andrew Cuomo, yang sering mengkritik Trump.

Emgage Action menggambarkan pembelaannya terhadap Muslim sebagai langkah politik palsu. “Pagi ini, Presiden Trump berpura-pura melakukan advokasi bagi umat Islam dalam serangannya yang terus menerus terhadap pers,” kata CEO Emgage Wa’el Alzayat. “Ucapannya tidak datang dari perhatian otentik bagi komunitas Muslim.”

“Sementara kami kecewa dengan komentar Reid dan kurangnya inisiatif dalam meminta maaf, kemunafikan Trump sangat mengerikan. Trump diduga marah dengan penggunaan ‘teroris Muslim’ oleh Reid, namun dia adalah pendukung kuat penggunaan narasi ‘Terorisme Islam radikal.’

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polisi Grebek Pesta Gay, Puluhan Orang Diamankan

Polda Metro Jaya berhasil menggrebek pesta gay di kawasan Jakarta Selatan.

Rabu, 02/09/2020 23:04 0

Indonesia

Islamic Park, Kawasan Rekreasi Berbasis Wakaf Siap Hadir di Lembang

Sinergi Foundation menggelar helatan Pre-Launching Islamic Park di Kawasan Wakaf Terpadu Lembang

Rabu, 02/09/2020 21:38 0

Indonesia

RUU Ciptaker Ancam Pesantren, PKS: Pendirian Pesantren Harus Bebas Sanksi Pidana

Terkait dengan polemik RUU Cipta Kerja yang mengancam eksistensi pesantren serta membuka peluang kriminalisasi bagi ulama atau kyai pengasuh pondok pesantren, akhirnya membuat Menteri Agama bersuara.

Rabu, 02/09/2020 21:03 0

Analisis

Dari Persidangan Kasus Yusuf Mansur: Alibi yang Dipaksakan

Hari Selasa (1/9) kemarin, Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, kembali menggelar sidang (perdata) lanjutan atas tergugat Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur. Setelah dua kali sidang sebelumnya pihak penggugat menyerahkan bukti-bukti keterlibatan Yusuf Mansur atas investasi yang dimasalahkan para investor, sidang kali ini giliran pihak tergugat menyerahkan bukti-bukti “ketidakterlibatannya”.

Rabu, 02/09/2020 20:36 0

Indonesia

Raker Komisi VIII dengan Menag, Bukhori Yusuf Minta Madrasah Swasta Diperhatikan

Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf meminta Kementerian Agama untuk menaruh perhatian lebih pada madrasah swasta. Pasalnya, jumlah sekolah atau madrasah swasta di Indonesia memiliki porsi yang cukup besar, yakni lebih dari 90% sehingga menjadi salah satu domain pendidikan krusial di bawah naungan Kementerian Agama yang butuh perhatian ekstra.

Rabu, 02/09/2020 20:07 0

Indonesia

BNPT: Jangan Beri Panggung Penceramah Intoleran

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menyebutkan cara menangkal radikalisme.

Rabu, 02/09/2020 17:52 0

Indonesia

Menag Sebut Ketidakadilan Sebabkan Radikalisme

Menteri Agama, Fachrul Razi menegaskan bahwa terorisme terjadi karena adanya ketidak adilan.

Rabu, 02/09/2020 17:32 0

Indonesia

Jika Disahkan, Pemilik Pesantren Tak Berizin Masih Bisa Ditahan Lewat RUU Ciptaker

Suparji Ahmad menjelaskan bahwa pemilik pesantren masih bisa dipidana jika tak berizin

Rabu, 02/09/2020 14:57 0

Indonesia

Ormas Hidayatullah Akan Gelar Munas V Secara Virtual

Salah satu ormas Islam di Indonesia, Hidayatullah akan menggelar acara Musyawarah Nasional (Munas) V secara virtual

Rabu, 02/09/2020 11:23 0

Indonesia

Ironis, Intoleran ke Islam Terjadi di Negara yang Beri Nobel Perdamaian

Muhammadiyah mengecam pembakaran Al-Quran dan penghinaan kepada Nabi Muhammad yang dilakukan kelompok orang yang menamakan diri Stop Islamization of Norway (SIAN)

Selasa, 01/09/2020 18:46 0

Close
CLOSE
CLOSE