AS Laporkan 1.006 Kematian Baru Covid-19

KIBLAT.NET, Washington – Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Ahad (30/08/2020) melaporkan 1.006 kematian baru akibat Covid-19 sehingga total kematian bertambah menjadi 182.149 jiwa.

CDC juga melaporkan total 5.934.824 kasus Covid-19, termasuk 44.292 kasus tambahan. Mereka memperbarui data statistik mengenai penyakit pernapasan tersebut pada Sabtu (29/08/2020) pukul 16.00 Waktu Timur.

Angka CDC tersebut tentu saja belum mencakup jumlah kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian. Hingga kini, AS menempati posisi teratas sebagai negara yang paling parah terkena dampak pandemi Covid-19 dari sisi jumlah kasus dan korban kematian.

Mengenai tingginya angka kasus infeksi, Presiden Donald Trump berlogika bahwa wajar jika AS menemukan banyak kasus penularan karena AS melakukan uji corona secara masif. Jika satu negara tak melakukan uji secara masif, kasus yang ditemukan pun akan rendah.

Karena itu beberapa waktu lalu Trump mengusulkan kepada otoritas kesehatan bahwa warga negara AS yang tak menunjukkan gejala corona, tak perlu diuji.

Namun anjuran Trump yang dijadikan panduan otoritas di level federal mengenai uji corona, bahwa sebaiknya dilakukan kepada orang yang menunjukkan gejala, tak diikuti oleh beberapa negara bagian.

Otoritas California, New York, dan Texas menyatakan bahwa mereka akan tetap melakukan uji corona terhadap mereka yang tak memperlihatkan gejala Covid-19 namun menjadi kontak dekat dengan pengidap virus corona.

BACA JUGA  Pemerintah Perketat Protokol Kesehatan Jamaah Umrah

Sumber: Reuters
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat