... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

“Saya Tidak Sepakat dengan Pemahaman Khilafah Versi HTI”

Foto: KH. Luthfi Basori (sumber: Suara nasional)

Oleh: KH. Luthfi Basori

KIBLAT.NET – Dulu, saat awal pulang dari Makkah, th 1991-an saya sering didatangi oleh para aktifis HTI, dan diajak diskusi terkait sistem Khilafah dalam sebuah pemerintahan.

Setelah mendapat banyak keterangan dari para aktifis HTI lewat diskusi demi diskusi, baik di daerah maupun di pusat, terkait permasalahan khilafah, saya merasa ada beberapa pemahaman yang saya pribadi kurang cocok dengan pemahaman mereka.

Antara lain, dalam pemahaman HTI, dengan adanya kewajiban menerapkan sistem Khilafah ‘Aamah di zaman sekarang, maka batal-lah semua sistem pemerintahan yang ada di negara-negara di seluruh dunia. Termasuk negara-negara Islam yang tidak berkhilafah ‘aamah, (maksudnya, seluruh dunia harus dalam pimpinan oleh seorang Khalifah).

Sedangkan sepaham saya, bahwa semua sistem yang berlaku di negara-negara Islam, dan berlaku di seluruh dunia saat ini, hukumnya tetap sah sekalipun tidak menggunakan sistem khilafah ‘aamah.

Tentunya saya tidak pernah inkar bahwa sistem Khilafah ‘Aamah itu pernah diterapkan di kalangan umat Islam, khususnya di jaman Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, Khalifah Ali dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, bahkan sistem inilah yang pernah membawa umat Islam ke era keemasannya.

Jadi menurut pemahaman saya, setiap negara yang ada di jaman sekarang itu boleh memilih sistem. Entah itu sistem khilafah, sistem kerajaan, sistem republik, sistem parlementer, sistem kesultanan atau perdana menteri, dan sebagainya.

BACA JUGA  Kemenag: Harus Ada Standar Imam Masjid

Karena sejak Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA, menyerahkan tampuk pimpinan kepada Shahabat Mu’awiyah, lantas kepemimpinan Shahabat Mu’awiyah diwariskan kepada sang putra, yaitu Yazin bin Mu’awiyah, maka sistem Khilafah ‘Aamah sudah tidak berlaku lagi dalam dunia Islam. Yang ada dan berlaku sejak itu adalah sistem Feodalisme.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, bahwa sistem Feodalisme kesultanan saat itu diterapkan secara bergantian dari satu Bani ke Bani yang lain.

Para ulama yang hidup di jaman pemerintahan Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, Dinasti Fathimiyah dan masih banyak dinasti-dinasti yang lainnya, ternyata tidak terdengar mereka mengeluarkan fatwa haramnya sistem Feodalisme dalam tubuh Islam.

Karena itu menurut saya, bahwa sistem-sistem yang tersebut di atas ini, bisa saja diistilahkan sebagai sistem khilafah dauliyah (satu negara dipimpin oleh seorang penguasa), dan ini sah serta tidak melanggar hukum Syariat.

Maksudnya, di jaman sekarang ini tidak harus satu dunia dipimpin oleh seorang Khalifah. Kecuali jika sudah datang Imam Mahdi Almuntadhar.

Demikian juga, bahwa seluruh produk hukum dari berbagai bentuk negara yang telah dipilih oleh pemerintah dan masyarakatnya, maka hukumnya tetap sah.

Misalnya di Indonesia yang telah memilih menggunakan sistem republik. Maka produk KTP, KK, Sertifikat Tanah/Rumah, BPKB, STNK, SIM, serta surat-surat penting kenegaraan lainnya tetap hukumnya sah.

Namun yang wajib bagi para pemimpin di negara-negara Islam atau negara-negara berpenghuni mayoritas umat Islam itu adalah, memberlakukan syariat Islam secara resmi dan konstitusional dalam undang-undang hukum kenegaraan yang dipimpinnya.

BACA JUGA  Umat Islam dan Sejarah 1965

Alangkah aneh dan janggal, jika ada orang yang secara serius menghukumi sistem pemerintahan yang tidak menerapkan sistem Khilafah seperti Indonesia saat ini, sebagai negara yang sistemnya batal. Karena dianggap mengadopsi sistem kufur, namun masih mengurus KTP, SIM, BPKB, Sertifikat Tanah/Rumah, dan sebagainya dari pemerintah Indonesia.

Jadi menurut paham saya pribadi, sistem apapun yang diterapkan dalam satu negara, asalkan pemimpinnya mau menerapkan seluruh hukum Syariat dalam mengatur pemerintahannya secara legal formal, maka pemerintahannya itu tetap sah dan tidak melanggar aturan Syariat.

Adapun untuk sistem Khilafah yang akan datang di akhir zaman, sesuai yang dijanjikan dalam hadits Nabi (SAW), maka tinggal menunggu munculnya Imam Mahdi Almuntadhar.

Maka beliaulah yang kelak akan memimpin seluruh umat Islam dalam satu Khilafah ‘Aamah atau seluruh dunia dipimpin oleh seorang Khalifah secara resmi, yaitu Imam Mahdi Almuntadhar.

Meski demikian, saya juga tidak membenarkan adanya persekusi fisik dari satu ormas terhadap ormas lainnya, karena Indonesia adalah negara hukum, maka segala perselisihan hendaklah disikapi secara imliah atau diselesaikan lewat jalur hukum.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Inggris

Kekecewaan Ozil ke Arsenal: Abaikan Uighur Namun Dukung Gerakan BLM

“Kita semua sama dan adalah hal yang baik bahwa orang-orang melawan ketidakadilan.”

Rabu, 26/08/2020 11:11 0

Indonesia

Kemenkeu: Gedung Kejagung yang Terbakar Belum Diasuransikan

Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyatakan gedung Kejaksaan Agung RI yang terbakar pada Sabtu lalu belum diasuransikan. Maka bisa dipastikan proses renovasi atau pembangunan kembali akan membutuhkan penganggaran baru dari APBN.

Selasa, 25/08/2020 17:56 0

Indonesia

ANNAS Jateng Minta Polisi Tak Izinkan Perayaan Asyuro

Perwakilan Elemen Umat Islam Soloraya mengadakan audensi dengan Mapolreta Surakarta terkait perayaan Syiah yang biasa dilakukan pada hari kesepuluh Muharam

Selasa, 25/08/2020 16:12 0

Timur Tengah

Dampak Pandemi, Kuwait Tak Sanggup Gaji PNS setelah November

Negara Teluk yang kaya minyak Kuwait tidak akan memiliki cukup dana untuk menutupi gaji pegawai negeri setelah November.

Selasa, 25/08/2020 15:08 0

Timur Tengah

Bikin Tur, Menlu AS Bangun Normalisasi Timteng dengan Israel

"Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pompeo akan mengunjungi tokoh-tokoh senior di Sudan, Bahrain dan UEA pada akhir pekan ini," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad.

Senin, 24/08/2020 11:50 0

Turki

Menyusul Hagia Sophia, Museum Kariye Diubah Jadi Masjid

Saat ini bangunan itu menjadi tempat mosaik Bizantium abad ke-14 dan lukisan dinding yang menampilkan adegan-adegan dari cerita-cerita Alkitab.

Senin, 24/08/2020 11:11 0

Selandia Baru

Terungkap, Brenton Tarrant Hendak Bantai Muslim Sebanyak Mungkin

"Ketika dia melihat seorang anak berusia tiga tahun menempel di kaki ayahnya, Tarrant menembaknya dengan dua tembakan tepat sasaran," kata jaksa Barnaby Hawes di pengadilan.

Senin, 24/08/2020 10:53 0

Indonesia

Diduga Terlibat Bom Molotov Kantor PDIP, Lima Warga Bogor Ditangkap Polisi

Lima orang warga Bogor, Jawa Barat diringkus oleh pihak kepolisian dengan tuduhan terlibat kasus bom molotov di kantor PDIP

Senin, 24/08/2020 00:22 0

Indonesia

DSKS Adakan Apel Peringatan Kemerdekaan dan Tahun Baru Islam

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengadakan Apel

Ahad, 23/08/2020 10:15 0

Artikel

Hubungan Syariat Islam dengan Negara Hukum Pancasila: Prespektif Teori Solvasisasi Hukum

Menurut paradigma simbiotik, Syariat Islam mempunyai peluang untuk mewarnai hukum-hukum Negara

Sabtu, 22/08/2020 14:28 0

Close
CLOSE
CLOSE