Prancis yang Tak Rela Afghanistan Bebaskan Pejuang Taliban

KIBLAT.NET, Paris – Prancis telah meminta pemerintah Afghanistan untuk tidak memasukkan pejuang Taliban yang dihukum karena membunuh tentara Prancis dalam kesepakatan pembebasan tahanan. Demikian kata kementerian luar negeri pada hari Sabtu (15/08/2020).

Pemerintah Afghanistan telah setuju untuk membebaskan 400 pejuang Taliban sebagai bagian dari langkah menuju pembicaraan damai dengan kelompok tersebut. Seorang pejabat mengatakan pada hari Jumat bahwa 80 orang telah dibebaskan sejauh ini.

“Prancis sangat prihatin dengan kehadiran, di antara orang-orang yang kemungkinan akan dibebaskan, dari beberapa ‘teroris’ yang dihukum karena membunuh warga Prancis di Afghanistan,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

“Untuk itu dengan tegas menentang pembebasan individu yang dihukum karena kejahatan terhadap warga negara Prancis, khususnya tentara dan pekerja kemanusiaan,” katanya.

“Akibatnya, kami segera meminta pihak berwenang Afghanistan untuk tidak melanjutkan pembebasan ini.”

Ketidaksepakatan atas pembebasan para tahanan telah menunda negosiasi perdamaian selama berbulan-bulan karena Amerika Serikat menarik pasukan berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani dengan Taliban pada Februari.

Sumber: Reuters
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat