... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Dihentikan

Foto: Komnas HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Sandrayati Moniaga meminta agar pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dihentikan. Hal ini dikarenakan banyak penyimpangan dalam RUU tersebut.

“Terdapat penyimpangan asas hukum lex superior derogat legi inferior (pasal yang lebih tinggi mengesampingkan hukum yang rendah.red). Dimana dalam Pasal 170 Ayat (1) dan (2) RUU Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah dapat mengubah peraturan setingkat undang-undang jika muatan materinya tidak selaras dengan kepentingan strategis RUU Cipta Kerja,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/08/2020).

Baca: Cegah Radikalisme, BNPT: Yang Anaknya di Pondok Ditanya, Diajari Apa

Ia juga menyebutkan bahwa RUU Cipta Kerja akan membutuhkan sekitar 516 peraturan pelaksana yang bertumpu pada kekuasaan dan kewenangan lembaga eksekutif. Menurutnya, ini berpotensi memicu terjadinya penyalahgunaan wewenang.

“Dan tidak sesuai dengan prinsip peraturan perundang-undangan yang sederhana, efektif, dan akuntabel,” tuturnya.

Melalui RUU tersebut berpotensi adanya kemunduran atas upaya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak atas kepemilikan tanah melalui perubahan UU No. 2 Tahun 2012 terkait dengan pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Karena membuka semakin luasnya obyek yang masuk kategori kepentingan umum, padahal tidak terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak.

“Serta, kemudahan atas prosedur penitipan uang ganti kerugian (konsinyasi) ke Pengadilan Negeri sehingga berpotensi memicu meluasnya penggusuran paksa atas nama pembangunan,” paparnya.

BACA JUGA  Tolak Sertifikasi Dai, Anwar Abbas Ancam Mundur dari MUI

Baca: KontraS Nilai Penyiksaan Oleh Polisi Terjadi karena Minim Sanksi

Ia juga menyebutkan bahwa jika RUU tersebu disahkan, relaksasi atas tata ruang dan wilayah demi kepentingan strategis nasional dilakukan tanpa memerlukan persetujuan atau rekomendasi dari institusi/lembaga yang mengawasi kebijakan tata ruang dan wilayah. Sehingga membahayakan keserasian dan daya dukung lingkungan hidup

“Oleh karena itu, Komnas HAM RI merekomendasikan agar Presiden RI dan DPR RI mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja (omnibus law), dalam rangka penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Normalisasi Hubungan, Uni Emirat Arab Sepakati Perjanjian dengan Israel

Delegasi dari Israel dan UEA akan bertemu dalam beberapa minggu mendatang untuk menandatangani perjanjian mengenai investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan dan telekomunikasi antara lain.

Jum'at, 14/08/2020 07:42 0

Afghanistan

Taliban: Kami Siap Berunding Usai Seluruh Tahanan Dibebaskan

"Ketika tahanan kami dibebaskan, kami akan siap untuk pembicaraan," kata Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban pada Selasa (11/08/2020).

Rabu, 12/08/2020 14:50 0

India

Kerusuhan Merebak Usai Kerabat Anggota Dewan India Hina Rasulullah

Setidaknya tiga orang tewas di kota Bengaluru, India selatan, setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi atas unggahan media sosial tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Rabu, 12/08/2020 14:17 0

Afrika

Menista Rasulullah Lewat Lagu, Pria Nigeria Dijatuhi Hukuman Mati

Pengadilan Tinggi Syariah di daerah Hoki Hausawa Filin di negara bagian Kano memutuskan hukuman itu pada 10 Agustus terhadap Yahaya Sharif-Aminu karena memuji-muji seorang imam di atas Rasulullah. 

Selasa, 11/08/2020 16:16 2

Arab Saudi

Buat Vaksin Covid-19, Arab Saudi Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Cina

Vaksin ini menggunakan virus flu yang tidak berbahaya, yang dikenal sebagai adenovirus type-5 (Ad5), untuk membawa materi genetik dari virus corona ke dalam tubuh. Relawan adalah mereka yang berusia di atas 18 tahun

Selasa, 11/08/2020 14:45 0

Yaman

Pemberontak Hutsi Mutilasi dan Bakar Seorang Tahanan

Foto-foto tahanan Al-Taheri menunjukkan matanya hilang, lidah, bibir dan hidung dipotong, selain bekas-bekas penyiksaan brutal yang dialaminya.

Senin, 10/08/2020 21:23 0

Artikel

Jejak ‘Dakwah Bahasa’ Para Ulama

Kemajuan dakwah Islam di tanah air dinilai dari entah faktor kekuasaan (politik) atau bangunan fisik. Kita luput menghargai yang tak terlihat. Salah satunya adalah bahasa. Bahasa selain berfungsi dalam komunikasi, sesungguhnya adalah ekspresi dari identitas, budaya dan imajinasi serta ekspresi emosi.

Senin, 10/08/2020 12:51 0

Lebanon

Serangan Israel hingga Bom Atom, Spekulasi Muncul dari Ledakan Lebanon

Banyak yang tidak yakin dengan narasi resmi pemerintah, lalu menawarkan penjelasan alternatif. Middle East Eye melihat empat teori paling umum yang telah muncul tentangnya.

Senin, 10/08/2020 12:40 0

Afghanistan

Pemerintah Afghan Setujui Pembebasan 400 Tahanan Taliban

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyetujui pembebasan 400 tahanan Taliban setelah majelis besar Afghanistan, yang dikenal sebagai Loya Jirga, mengeluarkan resolusi untuk keputusan tersebut.

Senin, 10/08/2020 11:56 0

Lebanon

Ledakan Memicu Seruan Revolusi di Lebanon

Para pengunjuk rasa telah meminta pemerintah untuk turun karena lalai sehingga menyebabkan ledakan hari Selasa. Kemarahan memuncak menjadi adegan kekerasan di Beirut tengah pada hari Sabtu.

Ahad, 09/08/2020 19:58 0

Close