... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi I: Jangan Hapus Sanksi Iklan Minuman Keras

Foto: Abdul kharis almasyhari

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengkritik penghapusan sanksi bagi pihak yang menyiarkan iklan bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan.

Dalam Pasal 79 RUU Cipta Kerja (Ciptaker), memuat sejumlah penghapusan pasal di UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, antara lain yang memuat ketentuan mengenai pelarangan dan sanksi iklan niaga tentang minuman keras, zat adiktif, hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama, serta eksploitasi anak di bawah usia 18 tahun.

“Pasal 58 Undang-Undang Penyiaran No. 32 Tahun 2002 telah mengatur pemberlakuan sanksi bagi pihak yang menyiarkan iklan minuman keras, zat adiktif, dan hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, namun ketentuan pemberian sanksi itu diubah dan dihilangkan di draft RUU Cipta Kerja” ujar Kharis dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (13/08/2020).

Politisi dapil Jawa Tengah I ini mengingatkan, apabila ketentuan sanksi ini dihapus, akan semakin banyak pihak yang mengiklankan produk-produk minuman keras dan zat adiktif di media radio maupun televisi.

Kharis merujuk pada ketentuan Pasal 79 draft RUU Ciptaker yang mengubah Pasal 58 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang mengatur sanksi pidana pada Pasal 46 ayat (3) terkait dengan aturan pelarangan iklan niaga. Larangan tersebut diberlakukan bagi pihak-pihak yang mengiklankan minuman keras dan zat adiktif di media radio dan televisi.

BACA JUGA  Polri Duga Ada Tindak Pidana dalam Kebakaran Gedung Kejagung

Oleh karena itu, lanjut Kharis, ketentuan mengenai penghapusan sanksi ini bertentangan dengan etika penyiaran karena dapat merusak generasi muda Indonesia. “Ini jelas dapat mengakibatkan kemunduran bagi dunia penyiaran Indonesia” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pasal 79 draft RUU Cipta Kerja mengubah sejumlah ketentuan dalam UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, antara lain pada Pasal 16, 17, 25, 33, 34, 55, 56, 57, dan 58.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban: Kami Siap Berunding Usai Seluruh Tahanan Dibebaskan

"Ketika tahanan kami dibebaskan, kami akan siap untuk pembicaraan," kata Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban pada Selasa (11/08/2020).

Rabu, 12/08/2020 14:50 0

India

Kerusuhan Merebak Usai Kerabat Anggota Dewan India Hina Rasulullah

Setidaknya tiga orang tewas di kota Bengaluru, India selatan, setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi atas unggahan media sosial tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Rabu, 12/08/2020 14:17 0

Afrika

Menista Rasulullah Lewat Lagu, Pria Nigeria Dijatuhi Hukuman Mati

Pengadilan Tinggi Syariah di daerah Hoki Hausawa Filin di negara bagian Kano memutuskan hukuman itu pada 10 Agustus terhadap Yahaya Sharif-Aminu karena memuji-muji seorang imam di atas Rasulullah. 

Selasa, 11/08/2020 16:16 2

Arab Saudi

Buat Vaksin Covid-19, Arab Saudi Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Cina

Vaksin ini menggunakan virus flu yang tidak berbahaya, yang dikenal sebagai adenovirus type-5 (Ad5), untuk membawa materi genetik dari virus corona ke dalam tubuh. Relawan adalah mereka yang berusia di atas 18 tahun

Selasa, 11/08/2020 14:45 0

Yaman

Pemberontak Hutsi Mutilasi dan Bakar Seorang Tahanan

Foto-foto tahanan Al-Taheri menunjukkan matanya hilang, lidah, bibir dan hidung dipotong, selain bekas-bekas penyiksaan brutal yang dialaminya.

Senin, 10/08/2020 21:23 0

Artikel

Jejak ‘Dakwah Bahasa’ Para Ulama

Kemajuan dakwah Islam di tanah air dinilai dari entah faktor kekuasaan (politik) atau bangunan fisik. Kita luput menghargai yang tak terlihat. Salah satunya adalah bahasa. Bahasa selain berfungsi dalam komunikasi, sesungguhnya adalah ekspresi dari identitas, budaya dan imajinasi serta ekspresi emosi.

Senin, 10/08/2020 12:51 0

Lebanon

Serangan Israel hingga Bom Atom, Spekulasi Muncul dari Ledakan Lebanon

Banyak yang tidak yakin dengan narasi resmi pemerintah, lalu menawarkan penjelasan alternatif. Middle East Eye melihat empat teori paling umum yang telah muncul tentangnya.

Senin, 10/08/2020 12:40 0

Afghanistan

Pemerintah Afghan Setujui Pembebasan 400 Tahanan Taliban

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyetujui pembebasan 400 tahanan Taliban setelah majelis besar Afghanistan, yang dikenal sebagai Loya Jirga, mengeluarkan resolusi untuk keputusan tersebut.

Senin, 10/08/2020 11:56 0

Lebanon

Ledakan Memicu Seruan Revolusi di Lebanon

Para pengunjuk rasa telah meminta pemerintah untuk turun karena lalai sehingga menyebabkan ledakan hari Selasa. Kemarahan memuncak menjadi adegan kekerasan di Beirut tengah pada hari Sabtu.

Ahad, 09/08/2020 19:58 0

Artikel

Betulkah Vaksin Senjata Barat Habisi Kaum Muslimin?

Dewasa ini metode vaksin—pengobatan preventif—dapat dibilang menjadi leading program kesehatan dunia.

Ahad, 09/08/2020 10:43 0

Close