... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Penggugat Sudah Melengkapi Bukti-bukti

Foto: Pimpinan PPPA Daarul Qur'an, Yusuf Mansur.

KIBLAT.NET, Tangerang – Sidang perdata perbuatan melanggar hukum dengan tergugat Jam’an Nur Chotib Mansur alias Yusuf Mansur telah sampai pada tahap pembuktian.

Dalam persidangan yang digelar pada Selasa (11/08/2020) siang di di Ruang Sidang 2 Pengadilan Negeri Kelas 1A Tangerang, pihak penggugat telah melengkapi alat-alat bukti yang diperlukan. Persidangan pun akan dilanjutkan pada Selasa (25/08/2020), dan pada kesempatan tersebut pihak tergugat dipersilahkan menghadirkan alat-alat bukti untuk membantah gugatan yang diajukan para penggugat.

Persidangan sendiri dihadiri oleh kuasa hukum kedua belah pihak.

Suasana sidang perdata dengan tergugat Yusuf Mansur pada Selasa (11/08/2020) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tangerang. (Rusydan/kiblat)

Suasana sidang perdata dengan tergugat Yusuf Mansur pada Selasa (11/08/2020) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tangerang. (Rusydan/kiblat)

Sebagaimana diketahui, Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami. Mereka berlima merupakan investor untuk proyek pembangunan Condotel Moya Vidi dan hotel Siti dalam kurun waktu 2013-2014.

Mereka mengajukan gugatan karena merasa tak kunjung diberi uang kerahiman atau bagi untung yang dijanjikan oleh Yusuf Mansur. Gugatan yang diajukan sendiri berupa ganti rugi materiil kepada para penggugat sebesar Rp 90.800.000 dan membayar ganti rugi immateriil kepada para penggugat sebesar Rp 5 milyar.

Condotel Moya Vidi yang rencananya dibangun di Yogyakarta itu sampai hari ini belum juga dibangun. Sedangkan hotel Siti yang ada di jalan M Thoha, Tangerang sudah beroperasi sejak tahun 2015.

Yusuf Mansur Akui Tidak Menipu

Pada bulan Maret lalu, melalui siaran di instagram pribadinya Yusuf Mansur mengancam akan melaporkan pihak-pihak yang dinilai menyerangnya ke kepolisian. Ia bahkan secara spesifik menyebut Kiblat.net sebagai salah satu pihak yang akan dilaporkan.

Pada saat itu, sebenarnya kami telah menghubungi Yusuf Mansur. Kami meminta penjelasan terkait apa yang disampaikan oleh HM Joesoef dalam launching buku “Yusuf Mansur Obong” bahwa terdapat dugaan penipuan bermodus sedekah oleh Yusuf Mansur.

Namun seiring berjalannya waktu, agaknya Yusuf Mansur memilih melunak. Beberapa waktu lalu, ia akhirnya bersedia membalas pesan kami. Yusuf Mansur menyebut bahwa dirinya tidak pernah lari dari masalah. Dirinya mengklaim bahwa uang umat yang ia bawa terkait investasi sejak 2013 berangsur sudah dikembalikan.

Terkait sidang perdata di PN Tangerang yang menjadikannya sebagai tergugat. Yusuf Mansur mengaku percaya niat baik para penggugat. Bahwa mereka ingin Yusuf Mansur membayar hak-hak mereka. Soal angka gugatan yang mencapai 5 Milyar, Yusuf mengaku menyerahkan pada hakim dengan izin Allah.

BACA JUGA  Anies: Wabah Covid-19 di Jakarta Tahap Darurat

“Kalau rupiahnya jauh banget, mungkin karena ketersinggungan, kemarahan, kekecewaan. Saya Yusuf Mansur hanya bisa meminta maaf, dan berdoa mudah-mudahan ada kesempatan buat saya memperbaiki diri,” tuturnya.

Yusuf juga menyinggung soal proyek Hotel Siti yang berada di Tangerang. Ia menyebut bahwa hal itu bukan proyek penipuan karena hotelnya memang saat ini sudah berdiri.

Soal tidak adanya pelaporan keuangan, Yusuf mengakui jika proyeknya memang tidak jalan. Meskipun begitu, ia mengaku bahwa ia tetap menanggung beban bunga dan operasional yang tidak ditanggung oleh jamaah. Yusuf mengakui jika mengembalikan pasti akan melebihkan. Bahwa ada yang tidak dikembalikan, ia mengklaim karena perputaran uangnya memang terbatas.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa para penggugat belum pernah bertemu dengannya. Dan belum pernah ada upaya mediasi serius yang bertujuan untuk kebaikan.

“Intinya saya nggak lari, saya aktif di sosmed, saya ada di televisi. Rasanya kalau nipu gitu ya, minta didoain kalau emang iya mudah mudahan Allah ampunin. Yang menggugat nggak pernah ketemu saya juga, nggak pernah mediasi yang serius yang pingin baik nggak penah,” ujarnya.

Keterlibatan Darmansyah

Yang menarik dari sidang perdata dengan tergugat Yusuf Mansur adalah adanya nama Darmansyah sebagai turut tergugat. Darmansyah juga merupakan salah satu investor untuk proyek Condotel Moya Vidi. Namun setelah empat tahun proyek tidak ada perkembangan, ia pun menarik kembali dananya.

Ketika ditemui Kiblat.net di Pengadilan Negeri Tangerang, kuasa hukum penggugat enggan menunjukkan alat-alat bukti apa yang mereka ajukan ke persidangan. Namun kuasa hukum Darmansyah, Leidermen menyebutkan bahwa foto-foto pertemuan antara Darmansyah dengan Yusuf Mansur menjadi salah satu alat bukti yang diajukan penggugat.

Dan kami mendapatkan info bahwa Darso Arief, penulis buku “Yusuf Mansur Menebar Cerita Fiktif Menjaring Harta Umat” turut serta dalam pertemuan tersebut. Kami pun menemui Darso Arief, dan ia membenarkannya.

Berdasar penuturan Darso Arief, pertemuan tersebut terjadi pada 7 Februari 2017. Saat itu Yusuf Mansur bertemu dengan Darmansyah, Ny. Rahmanizar, dan Mahir Ismail. Pertemuan di sebuah restoran Timur Tengah di jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat tersebut menghasilkan kata damai.

Yusuf Mansur meminta berdamai dan bersedia mengembalikan investasi Darmansyah dan pelapor lainnya. Permintaan perdamaian tersebut berlangsung di Cikini Jakarta pada 7 Februari 2017. Tampak dalam gambar kiri dari depan Darmansyah, penasehat hukum pelapor (Bambang Pratama dan Chaidir Arief Wiradihardja), Ustadz Shakira Zandi, Yusuf Mansur. Kanan dari depan Darso Arief, AKBP M. Rifai Arvan dari Mabes Polri serta tiga teman Yusuf Mansur, (Foto: Thayyibah)

Yusuf Mansur meminta berdamai dan bersedia mengembalikan investasi Darmansyah dan pelapor lainnya. Permintaan perdamaian tersebut berlangsung di Cikini Jakarta pada 7 Februari 2017. Tampak dalam gambar kiri dari depan Darmansyah, penasehat hukum pelapor (Bambang Pratama dan Chaidir Arief Wiradihardja), Ustadz Shakira Zandi, Yusuf Mansur. Kanan dari depan Darso Arief, AKBP M. Rifai Arvan dari Mabes Polri serta tiga teman Yusuf Mansur, (Foto: Thayyibah)

Darmansyah selaku investor proyek Condotel Moya Vidi, Ny. Rahmanizar investor proyek Patungan Usaha, dan Mahir Ismail dalam proyek sedekah. Inti pertemuan tersebut, Yusuf Mansur mengakui kesalahannya dan bersedia mengembalikan dana investor berikut bagi untung yang pernah dijanjikan.

BACA JUGA  Kemenag: Tak Ada Konsekuensi Bagi Penceramah Tidak Bersertifikat

Dan masih menurut Darso, pada tanggal 27 Februari 2017 Yusuf Mansur mau menandatangani perjanjian dengan ketiga orang tersebut. Darmasyah sendiri telah menanamkan investasinya untuk Condotel Moya Vidi sebesar Rp 48.600.000. Dan ia mendapatkan uangnya kembali berikut uang kerahiman yang dijanjikan sedari awal.

Tetapi di sini, Darmansyah meminta agar teman-temannya yang mengalami nasib serupa dengannya, mendapat perlakuan yang sama. Saat itu, Yusuf Mansur menyanggupinya. Namun menurut penuturan HM Joesoef selaku pendamping penggugat, hal tersebut tak kunjung terjadi. Hal inilah yang mendorong kelima investor menggugat Yusuf Mansur secara perdata.

Mediasi yang Gagal

Sidang perdata dengan tergugat Yusuf Mansur harus berlanjut ke tahap pembuktian sejatinya dikarenakan kegagalan di tahap mediasi.

Dalam mediasi pada 03 Juni  2020 lalu, kuasa hukum Yusuf Mansur meminta agar pihak penggugat memperlihatkan bukti-bukti transfer, kwitansi, dan dokumen terkait lainnya yang menunjukkan ada aliran dana ke rekening Yusuf Mansur. Jika pihak penggugat bisa menunjukkannya, maka pihak Yusuf Mansur akan membuat akta perdamaian.

Asva Davy Bya (berdasi menghadap kamera) dan tim berhadapan dengan tim penasehat hukum Yusuf Mansur (belakangi kamera) dalam sidang mediasi Rabu (03/06/2020) di PN Tangerang (Foto : HM Joesoef)

Menanggapi hal tersebut, Asfa Davy Bya selaku kuasa hukum penggugat mengatakan bahwa dalam sidang mediasi tidak bicara soal pembuktian.

“Kalau Yusuf Mansur mau damai, mestinya sejak kami somasi ada tanggapan positif dari pihak Yusuf Mansur,” kata Asfa Davy Bya.

Ia menjelaskan, sebelum gugatan perdata didaftarkan ke Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Februari 2020, pihak penggugat sudah mensomasi Yusuf Mansur selama tiga kali. Dan selama somasi tersebut, tidak ada tanggapan posistif dari pihak Yusuf Mansur.

“Bahkan dia (Yusuf Mansur, red) menggertak akan menggugat balik pihak penggugat. Menurut Asfa Davy Bya, jika hendak berdamai, ketika somasi itulah momentumnya. Dan mereka yang mengajukan proposalnya, bukan dari pihak penggugat,” jelasnya.

Menurut Asfa Davy Bya, jika bicara tentang bukti-bukti, itu ranahnya di sidang pokok perkara. “Bukan di sidang mediasi,” ujarnya saat itu.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Menista Rasulullah Lewat Lagu, Pria Nigeria Dijatuhi Hukuman Mati

Pengadilan Tinggi Syariah di daerah Hoki Hausawa Filin di negara bagian Kano memutuskan hukuman itu pada 10 Agustus terhadap Yahaya Sharif-Aminu karena memuji-muji seorang imam di atas Rasulullah. 

Selasa, 11/08/2020 16:16 2

Arab Saudi

Buat Vaksin Covid-19, Arab Saudi Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Cina

Vaksin ini menggunakan virus flu yang tidak berbahaya, yang dikenal sebagai adenovirus type-5 (Ad5), untuk membawa materi genetik dari virus corona ke dalam tubuh. Relawan adalah mereka yang berusia di atas 18 tahun

Selasa, 11/08/2020 14:45 0

Yaman

Pemberontak Hutsi Mutilasi dan Bakar Seorang Tahanan

Foto-foto tahanan Al-Taheri menunjukkan matanya hilang, lidah, bibir dan hidung dipotong, selain bekas-bekas penyiksaan brutal yang dialaminya.

Senin, 10/08/2020 21:23 0

Artikel

Jejak ‘Dakwah Bahasa’ Para Ulama

Kemajuan dakwah Islam di tanah air dinilai dari entah faktor kekuasaan (politik) atau bangunan fisik. Kita luput menghargai yang tak terlihat. Salah satunya adalah bahasa. Bahasa selain berfungsi dalam komunikasi, sesungguhnya adalah ekspresi dari identitas, budaya dan imajinasi serta ekspresi emosi.

Senin, 10/08/2020 12:51 0

Lebanon

Serangan Israel hingga Bom Atom, Spekulasi Muncul dari Ledakan Lebanon

Banyak yang tidak yakin dengan narasi resmi pemerintah, lalu menawarkan penjelasan alternatif. Middle East Eye melihat empat teori paling umum yang telah muncul tentangnya.

Senin, 10/08/2020 12:40 0

Afghanistan

Pemerintah Afghan Setujui Pembebasan 400 Tahanan Taliban

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyetujui pembebasan 400 tahanan Taliban setelah majelis besar Afghanistan, yang dikenal sebagai Loya Jirga, mengeluarkan resolusi untuk keputusan tersebut.

Senin, 10/08/2020 11:56 0

Lebanon

Ledakan Memicu Seruan Revolusi di Lebanon

Para pengunjuk rasa telah meminta pemerintah untuk turun karena lalai sehingga menyebabkan ledakan hari Selasa. Kemarahan memuncak menjadi adegan kekerasan di Beirut tengah pada hari Sabtu.

Ahad, 09/08/2020 19:58 0

Artikel

Betulkah Vaksin Senjata Barat Habisi Kaum Muslimin?

Dewasa ini metode vaksin—pengobatan preventif—dapat dibilang menjadi leading program kesehatan dunia.

Ahad, 09/08/2020 10:43 0

Lebanon

Diduga Sebabkan Ledakan Dahsyat Lebanon, Apa Itu Amonium Nitrat?

Amonium nitrat tampaknya menjadi penyebab ledakan besar yang telah menyebabkan sebagian besar kota Beirut hancur dan sedikitnya 100 orang tewas.

Sabtu, 08/08/2020 21:16 0

Amerika

Survei: Dua Pertiga Orang Amerika Dukung Penarikan Pasukan dari Irak dan Afghanistan

Sekitar tiga perempat orang dewasa AS mendukung pemulangan pasukan AS dari Irak dan Afghanistan dalam jajak pendapat baru yang dilakukan oleh libertarian Charles Koch Institute.

Sabtu, 08/08/2020 06:38 0

Close