... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Sudah Terlambat

Foto: Anggota Komisi IX DPR-RI, Netty Prasetiyani.

KIBLAT.NET, Jakarta – Inpres No 6 Th 2020 meminta kepala daerah melakukan sosialisasi masif terkait protokol kesehatan dan mengenakan sanksi bagi yang tidak menaatinya. Menurut Netty Prasetiyani Aher, Wakil Ketua FPKS DPR RI, jika pemerintah hanya berwacana dan tidak memberikan keteladanan, jangan salahkan jika terjadi pembangkangan sosial.

“Bagaimana masyarakat mau taat dan disiplin jika mereka tahu para pejabat justru mendapat dispensasi. Masyarakat dilarang bepergian, tapi para pejabat sudah mulai sibuk kunjungan kerja. Masyarakat dilarang berkerumun, para pejabat sudah mulai rapat dan loby-loby, bahkan selenggarakan resepsi pernikahan. Masyarakat diminta pakai masker, tapi banyak pejabat yang fotonya beredar di medsos dan layar kaca tanpa masker,” ujar Netty dalam keterangan medianya, Kamis (06/08/2020).

Oleh karena itu, kata Netty, sangat tidak masuk akal menerapkan sanksi kepada masyarakat sementara pemerintah belum menyiapkan infrastrukturnya dengan baik.

“Fasilitas protokol kesehatan seperti masker dan tempat cuci tangan di tempat umum harus tersedia. Pastikan ada penanda jaga jarak di setiap lokasi. Ada juga petugas yang siap mengukur suhu dan memastikan jumlah orang separuh dari kapasitas, dan sebagainya. Jangan sampai rakyat diberi sanksi tapi kantor pemerintah, pengelola tempat publik dan perusahaan tidak dipaksa untuk menyediakan fasilitasnya,” ujar Netty.

Selain itu, kata Netty, pemberian sanksi saat ini sudah terlambat. Menurutnya, penerapan sanksi seharusnya diberlakukan seiring diterapkannya new normal yang merelaksasi aktivitas masyarakat.

BACA JUGA  Angka Positif Covid Tembus 200 Ribu, Bukhori Yusuf: Akibat Penanganan Absurd

“Sekarang masyarakat cenderung merasa aman dan mulai mengabaikan protokol kesehatan, jika tetiba diberi sanksi akan kaget dan malah kontraproduktif,” jelasnya.

Soal jenis sanksi, ia juga tidak setuju jika dalam bentuk denda uang yang pasti menambah beban masyarakat. “Untuk bertahan hidup saja, masyarakat masih kembang kempis, apalagi untuk bayar denda. Pemda harus kreatif memikirkan bentuk sanksi yang edukatif setelah sebelumnya melakukan sosialisasi dan menunjukkan keteladanan para pejabat publiknya,” tutup Netty


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Lebanon

Ledakan Dahsyat Lebanon: Korban Jiwa Bertambah Menjadi 135 Orang

Jumlah korban jiwa akibat ledakan dahsyat pada Selasa (04/08/2020) di Beirut, Lebanon bertambah menjadi sedikitnya 135 orang.

Kamis, 06/08/2020 11:22 0

Lebanon

Ledakan Dahsyat Lebanon: Masih Banyak Korban yang Terperangkap

Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettaneh mengatakan ratusan orang yang terluka dalam ledakan di pelabuhan Beirut telah dibawa ke rumah sakit, namun banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah yang rusak akibat ledakan tersebut.

Rabu, 05/08/2020 09:12 0

Lebanon

Ledakan Dahsyat Lebanon Berasal dari 2.750 Ton Amonium Nitrat

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan, lokasi terjadinya ledakan amat dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Beirut, Selasa (04/08/2020).

Rabu, 05/08/2020 08:36 0

Afghanistan

Amir Taliban di Momen Idul Adha: Kita di Ambang Pemerintahan Islam

Dalam pernyataannya, Haibatullah sekali lagi menekankan pembentukan pemerintahan Islam murni dengan menganut sistem Islam untuk Afghanistan.

Senin, 03/08/2020 13:13 0

China

ASPI: Tenaga Uighur Dipekerjakan untuk Puluhan Merek Global

Laporan Lembaga Strategi Strategis Australia (ASPI), yang mengutip dokumen pemerintah dan laporan media lokal, mengidentifikasi bahwa setidaknya 27 pabrik di sembilan provinsi Cina di mana lebih dari 80.000 warga Uighur dari wilayah barat Xinjiang telah dipindahkan

Senin, 03/08/2020 12:45 0

Lebanon

Laporan: Syiah Hizbullah Rekrut dan Latih Buzzer untuk Sebar Hoaks

Milisi Lebanon telah membentuk "pasukan elektronik" yang didukung Iran dari para aktivis media sosial yang dilatih untuk menyebarkan informasi bersifat politis.

Senin, 03/08/2020 12:30 0

Timur Tengah

UAE Segera Operasikan PLTN Pertama di Jazirah Arab

Uni Emirat Arab (UAE) mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Barakah di ibu kota Abu Dhabi, sebagai yang pertama milik negara itu sekaligus yang pertama di kawasan jazirah Arab dan ke-33 di dunia.

Senin, 03/08/2020 10:06 0

Suara Pembaca

Al-Qur’an: Keajaiban yang Abadi

Al-Qur'an merupakan sebuah keajaiban milik Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang Allah turunkan kepadanya secara terpisah berdasarkan kejadian tertentu. Hikmahnya adalah untuk memperteguh hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan hati para muslimin, serta mempermudah bagi mereka untuk menghafalnya.

Senin, 03/08/2020 08:27 0

India

Pemuda Muslim India Dipukuli Lantaran Angkut Daging

Sekelompok orang menghentikan mobil seorang pemuda Muslim di daerah "Gurgaon" dekat New Delhi. Dia dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kekerasan hebat. 

Senin, 03/08/2020 04:30 0

China

Heboh, Ratusan Ribu Vaksin Palsu diproduksi di Cina

Ratusan ribu vaksin yang disediakan untuk anak-anak Cina diketahui palsu. Hal ini memicu kemarahan publik yang luas di negara itu.

Ahad, 02/08/2020 13:26 0

Close