... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amir Taliban di Momen Idul Adha: Kita di Ambang Pemerintahan Islam

Foto: Haibatullah Akhunzadah

KIBLAT.NET, Kabul – Dalam pesannya saat momen Idul Adha, amir Taliban Mullah Haibatullah Akhundzada mengeluarkan seruan kepada para pejuangnya bahwa Taliban berada di ambang pembentukan pemerintahan Islam setelah dua dekade pertempuran.

Dalam pernyataannya, Haibatullah sekali lagi menekankan pembentukan pemerintahan Islam murni dengan menganut sistem Islam untuk Afghanistan.

Pesannya dirilis pada 28 Juli di Voice of Jihad, situs web resmi Taliban. Haibatullah menyebutkan kembalinya “pemerintahan Islam,” “pemerintahan Islam murni,” dan “sistem Islam” lima kali dalam pernyataan singkatnya.

Haibatullah mengatakan bahwa akan ada perdamaian begitu “pemerintah Islam murni” didirikan.

“Kami tidak melakukan pembalasan dendam pribadi terhadap siapa pun. Kami mengangkat senjata untuk mempertahankan kedaulatan tanah air kami dan membentuk pemerintahan Islam murni. Kami mencari kehidupan yang damai dengan semua orang setelah tujuan-tujuan tersebut tercapai,” ujarnya.

Pesan Idul Adha Haibatullah sepenuhnya konsisten dengan posisi Taliban selama dua dekade terakhir. Dia mengatakan ini pada 21 Mei 2020, kurang dari tiga bulan setelah menandatangani kesepakatan dengan AS

“Tujuan Jihad kami adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah (SwT), kebebasan negara kami dan untuk membangun sistem Islam,” kata Haibatullah.

Hanya delapan hari setelah kesepakatan penarikan AS-Taliban ditandatangani, Taliban mengeluarkan dekrit agama yang mengatakan bahwa kembalinya Imarah Islam Afghanistan dengan Haibatullah sebagai pemimpinnya yang sah adalah satu-satunya hasil yang diizinkan dari pembicaraan intra-Afghanistan. Taliban mengatakan “akan terus mengobarkan jihad bersenjata” sampai mereka mendirikan Imarah Islam Afghanistan.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Taliban-Afghanistan Mulai Berunding di Qatar

Pada September 2019, Taliban mengatakan bahwa tujuan utamanya dalam negosiasi dengan AS adalah agar pasukan Koalisi untuk ditarik dari Afghanistan, dan “pembentukan pemerintahan Islam.”

Dalam pesan Idul Adha, Haibatullah mencatat bahwa pemerintah Afghanistan sedang mencoba untuk menyabotase tujuan Taliban untuk mendapatkan kembali kekuasaan penuh. Taliban menganggap posisi kelompok ini sebagai penghalang kehendak rakyat Afghanistan.

“Masalah terbesar yang perlu ditangani oleh masyarakat internasional adalah subjek dari kelompok yang sangat kecil yang tidak menyadari rasa sakit dan tuntutan masyarakat yang dibebankan pada sumber daya ekonomi, cadangan dan kursi kekuasaan, yang tidak peduli untuk kepentingan nasional yang lebih tinggi. Afghanistan, terlibat dalam perjuangan untuk kepentingan dan kekuasaan jangka pendek, tidak memberi arti penting bagi keberhasilan dan kemakmuran jangka panjang negara itu, menunda dan menghambat proses-proses kunci nasional dan lainnya dan terus-menerus membahayakan kepentingan yang lebih besar dari tanah air kita,” ujarnya.

Taliban memandang pemerintah Afghanistan sebagai “tidak sah,” “impoten,” “boneka” dan “antek” Barat – dan yang paling penting, “tidak Islami.” Ia secara terbuka menyatakan tidak akan pernah berbagi kekuasaan dengan “pemerintahan Kabul.”

“Imarah Islam belum siap merangkul kematian dan kehancuran ini demi beberapa jabatan menteri konyol atau bagian dari kekuasaan,” kata Taliban dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Voice of Jihad pada 2016.

Pada 10 Juni 2020, Taliban meletakkan posisinya pada pemerintah Afghanistan dan pemerintah bergaya Barat pada umumnya. Dalam sebuah video berjudul “Real Men 4,” Taliban mencela “penyimpangan” pemerintah Afghanistan.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Taliban-Afghanistan Mulai Berunding di Qatar

“Para pengkhianat adalah mereka yang dilatih dalam kepercayaan menyimpang beracun dari ateisme, komunisme, sekularisme, demokrasi, dan ideologi setan barat lainnya dan kafir untuk menyesatkan umat Islam dengan ideologi menyimpang mereka,” kata narator Taliban dalam bahasa Inggris.

“Para pengkhianat adalah orang-orang yang bekerja untuk sekularisme dan hukum yang menyimpang, bukan syariah [hukum Islam].”

Sumber: TLWJ
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Laporan Amnesty: Sejumlah Anggota TNI Diduga Bunuh Seorang Remaja Papua

Amnesty Internasional Indonesia menduga adanya keterlibatan anggota TNI dalam pembunuhan terhadap seorang remaja Papua bernama Oktovianus Warip Betera (18) pada 24 Juli lalu di Desa Asiki, Kabupaten Boven Digoel, Papua.

Senin, 03/08/2020 11:12 0

Indonesia

Dampak Pandemi Corona, Laba Pizza Hut Turun 89%

PT Sarimelati Kencana Tbk selaku pemegang hak waralaba Pizza Hut di Indonesia mencatatkan penurunan kinerja sepanjang semester I 2020 karena operasional terdampak pandemi Covid-19. Pada paruh pertama 2020, mereka membukukan laba Rp 10,47 miliar, turun 89,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Senin, 03/08/2020 10:25 0

Indonesia

Via Telepon, Jokowi Ucapkan Selamat Idul Adha ke Erdogan

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan selamat Idul Adha 1441 H melalui via telepon kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Ahad (02/08/2020) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Senin, 03/08/2020 09:46 0

Suara Pembaca

Al-Qur’an: Keajaiban yang Abadi

Al-Qur'an merupakan sebuah keajaiban milik Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang Allah turunkan kepadanya secara terpisah berdasarkan kejadian tertentu. Hikmahnya adalah untuk memperteguh hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan hati para muslimin, serta mempermudah bagi mereka untuk menghafalnya.

Senin, 03/08/2020 08:27 0

Indonesia

Momen Idul Adha, Jokowi Selamati Raja Salman Via Telepon

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara khusus menyampaikan ucapan selamat Idul Adha 1441 H kepada Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud melalui sambungan telepon pada Jumat (31/07/2020) petang sekitar pukul 18.45 WIB dari Istana Kepresidenan Bogor.

Sabtu, 01/08/2020 21:24 0

Suara Pembaca

Beef Teriyaki, Menu Olahan Daging Kurban Paling Maknyus

Hari Raya Idul Adha sering diidentikkan dengan sejumlah olahan makanan daging sapi atau daging kambing. Sebut saja sate kambing dan rendang daging sapi.

Kamis, 30/07/2020 22:54 0

Indonesia

Kenakan Kemeja Khas Gibran, Kader PKS Solo Disanksi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo menjatuhkan sanksi pada salah satu anggota DPRD yang menggunakan pakaian Indonesia Raya, Khas Gibran

Kamis, 30/07/2020 21:54 0

Indonesia

Penghina Ahok Diproses, Pencaci Habib Rizieq Juga Harus Ditangkap

Teuku Syahrial bersama kuasa hukumnya dari Bantuan Hukum Front (BHF) melaporkan Boedi Djarot ke Polda Metro Jaya.

Kamis, 30/07/2020 21:03 0

Indonesia

Polisi Tangkap Dua Penghina Ahok di Medsos

Dua orang pelaku pencemaran nama baik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditangkap polisi. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusi Yunus.

Kamis, 30/07/2020 20:13 0

Indonesia

MUI Larang Sholat Idul Adha di Lokasi Penularan Covid-19 Tinggi

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh mengimbau umat muslim Tanah Air untuk menerapkan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama dari COVID-19

Rabu, 29/07/2020 22:43 0

Close