Israel Ubah Masjid Jadi Bar, Restoran hingga Museum

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Sebanyak 40 masjid dihancurkan, ditutup, atau ditinggalkan, sementara 17 lainnya diubah menjadi bar, restoran, atau museum. Hal ini dilakukan oleh otoritas Israel, sebagaimana dikutip Middle East Monitor.

Misalnya, Masjid Al-Ahmar di kota utara Safed diubah menjadi gedung konser, sementara Masjid Al-Jadid di kota Kaisarea diubah menjadi sebuah bar.

Masjid-masjid di era pra-Nakba penuh dengan jamaah. “Namun, setelah Nakba, masjid-masjid dihancurkan, terutama di desa-desa. Masjid-masjid lain diubah menjadi sinagog, bar, museum, kafe, atau restoran,” kata Kamal Khatib dari Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel.

Khatib menyesalkan bahwa keputusan Israel “mengabaikan umat Islam”, mengutip pemakaman al-Isaaf di Jaffa, di mana kuburan dihancurkan meskipun ada protes dari warga setempat.

Khatib mengatakan pemerintah Israel telah memberlakukan undang-undang untuk menyita properti Palestina, yang meninggalkan rumah mereka.

“Knesset (parlemen Israel) mengesahkan hukum absen, di mana Israel menyita bangunan dan properti warga Arab [yang meninggalkan rumah mereka ke daerah lain],” katanya.

Israel membantah tuduhan menggunakan masjid untuk tujuan lain selain beribadah.

Pada Oktober 2015, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan ada sekitar 400 masjid di Israel dan bahwa jumlah jamaah dua kali lipat lima kali lipat selama 25 tahun terakhir.

Namun Khatib menolak klaim Israel, dengan mengatakan “Pemerintah Israel tidak pernah membangun masjid dalam sejarah negara itu”.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat