Cegah Peredaran Narkoba, Duterte Minta Berlakukan Hukum Suntik Mati

KIBLAT.NET, Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (28/07/2020), mendesak penerapan kembali hukuman mati melalui suntikan mematikan untuk kejahatan narkoba.

Pernyataan ini dikeluarkan saat pidato tahunan kenegaraan yang ke lima kalinya. Duterte mendesak Kongres untuk mengesahkan RUU itu demi mencegah kriminalitas di negara ini.

“Saya mengulangi pengesahan undang-undang yang menghidupkan kembali hukuman mati dengan suntikan mematikan untuk kejahatan yang ditentukan berdasarkan Undang-undang Berbahaya (Narkoba) 2002,” kata mantan walikota Davao City yang berusia 75 tahun itu. “Hukum itu juga akan menyelamatkan pemuda bangsa dari bahaya yang ditimbulkan oleh obat-obatan terlarang dan berbahaya.”

Duterte mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan mengelak dari tanggung jawab untuk memperjuangkan hak asasi manusia ketika hukuman itu diterapkan.

“Pemerintahan saya selalu percaya bahwa kebebasan dari narkoba, terorisme, korupsi, dan kriminalitas itu sendiri adalah hak asasi manusia,” katanya.

Sejak Duterte memimpin pemerintahan pada tahun 2016, ia telah melakukan kampanye berdarah terhadap narkoba yang telah banyak dikritik oleh kelompok-kelompok lokal dan masyarakat internasional.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat