Shalat Jum’at Pertama di Hagia Sophia, Bendera Hamas Tampak Berkibar

KIBLAT.NET, Istanbul – Bendera organisasi Islam Palestina Harakat al-Muqaawamah al-Islamiyah (Hamas) tampak berkibar di tengah kerumunan orang yang berkumpul di depan Hagia Sophia pada Jum’at (24/07/2020).

Dalam foto kiriman kontributor Kiblat.net di Istanbul, tampak pria berusia empat puluh tahunan membawa bendera hijau bergambar lambang Hamas dengan kalimat syahadat di atasnya dan huruf arab bertuliskan Hamas di bawah logo tersebut.

Menurut penuturan kontributor kami, berkibarnya bendera Hamas sejatinya bukan hal yang istimewa. Karena di Turki, hampir di setiap momen keramaian yang berkaitan dengan syiar Islam selalu ada yang mengibarkan bendera organisasi yang memegang otoritas atas wilayah Gaza, Palestina tersebut.

Seorang pria mengibarkan bendera Hamas di tengah kerumunan di depan Hagia Sophia.
Seorang pria mengibarkan bendera Hamas di tengah kerumunan di depan Hagia Sophia.

Hagia Sophia, pernah menjadi salah satu masjid yang dihormati umat Islam dalam kurun waktu hampir 500 tahun. Namun pada tahun 1934, pendiri sekularis Turki, Mustafa Kemal Ataturk mengubahnya menjadi museum. Bersamaan dengan keputusan tersebut, Ataturk melarang penggunaan jilbab di lembaga-lembaga negara.

Selama 17 tahun pemerintahannya, Erdogan telah memperjuangkan Islam, ketaatan beragama, dan mendukung upaya untuk mengembalikan status masjid Hagia Sophia. Dia mengatakan umat Islam harus bisa shalat di sana lagi selama pemilu tahun lalu.

Erdogan telah membentuk ulang Republik Modern Turki, yang didirikan hampir seabad lalu oleh sekularis Mustafa Kemal Ataturk. Erdogan mencabut larangan jilbab bagi muslimah di lembaga-lembaga negara, mempromosikan pendidikan agama, dan menjinakkan militer Turki yang kuat yang pernah menjadi benteng nilai sekuler Ataturk.

BACA JUGA  Netanyahu Perintahkan Pembangunan Rumah di Tepi Barat Dilanjutkan

Hingga pada Jum’at (24/07/2020), untuk pertama kalinya setelah 86 tahun adzan kembali berkumandang di Hagia Sophia dan shalat kembali didirikan.

Kontributor: Akbar Fachreza
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat